Presiden Prabowo Subianto. Foto: tangkapan layar
Di Hadapan Siswa SMAN 1 Cilacap, Prabowo: Kita Berjuang 3 Tahun Lagi Tak Impor BBM
Siti Yona Hukmana • 29 April 2026 11:22
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pihaknya tengah berjuang agar tiga tahun lagi Indonesia tidak mengimpor bahan bakar minyak (BBM). Pernyataan ini disampaikan kepala negara saat meninjau revitalisasi sekolah di SMA Negeri 1 Cilacap, Jawa Tengah.
Prabowo mulanya menyampaikan tiga hingga lima tahun lagi Indonesia angkat bangkit. Menurutnya, di tengah krisis yang luar biasa, terjadi perang di mana-mana, seperti di Ukraina, Gaza, Iran. Sementara Indonesia dalam keadaan baik.
Padahal, kata Prabowo, banyak negara sudah panik, khususnya terkait BBM. Sedangkan, di Indonesia sendiri BBM masih terkendali dan relatif aman, cadangan juga cukup baik. Ia berharap Tanah Air semakin kuat di tahun depan dan tahun-tahun yang akan datang.
"Menteri-menteri saya sedang bekerja keras, kita berjuang dalam tiga tahun yang akan datang Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi, kita berjuang tiga tahun yang akan datang kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya hasil dari bumi Indonesia dan dari laut Indonesia dan dikerjakan oleh putra putri Indonesia," kata Presiden Prabowo di hadapan para siswa, seperti dilihat dari Breaking News Metro TV, Rabu, 29 April 2026.
Di sisi lain, Presiden Prabowo meminta para siswa dan guru untuk percaya kepada negara, bangsa, dan pemimpin-pemimpin. Kemudian, percaya kepada ideologi pancasila dan kepribadian bangsa Indonesia.
"Bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia. Percaya kepada presiden mu. Saya minta percaya kepada pemimpin mu percaya kepada presiden mu," teriak Prabowo di hadapan para siswa dan guru.
Presiden Prabowo Subianto meninjau revitalisasi SMA Negeri 1 Cilacap, pada Rabu, 29 April 2026 pagi. Presiden Prabowo Subianto disambut antusias para siswa sambil menyanyikan lagu selamat datang.
Prabowo tampak didampingi sejumlah kabinet merah putih, salah satunya Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Diketahui, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu program hasil terbaik cepat (PHTC) yang bertujuan memperbaiki infrastruktur pendidikan dasar secara masif untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan juga nyaman.
Berdasarkan data hingga April 2026, pemerintah menargetkan perbaikan fisik untuk total 300 ribu sekolah dalam waktu lima tahun, tepatnya hingga 2029. Dengan realisasi sepanjang tahun 2025, pemerintah berhasil merampungkan revitalisasi sebanyak 16.062 sekolah dari target awal 10.000 sekolah.
.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto tinjau revitaliasi sekolah di SMA N1 Cilacap. Foto: tangkapan layar.
Sementara untuk target di 2026, Presiden menginstruksikan penambahan drastis jumlah sekolah yang direnovasi, yang awalnya 11.700 sekolah, kini menjadi 71.700 sekolah di Tahun 2026.
Program ini dilaksanakan berdasarkan instruksi Presiden atau Inpres Nomor 7 Tahun 2025 dengan tiga fokus utama. Yakni prioritas wilayah, yang ditamakan bagi sekolah di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta sekolah dengan kondisi sarana-prasarana yang dinilai kritis.
Kedua, bagi fasilitas fisik, yaitu perbaikan atap bocor, renovasi ruang kelas yang rusak berat ataupun hampir roboh, hingga pembangunan toilet bersih dan layak, penyediaan sumber air bersih, pembangunan laboratorium, dan perpustakaan.
Selain itu, Presiden fokus pada digitalisasi yang mencakup pengadaan perangkat smart classroom, laptop, dan platform pembelajaran yang bernama ruang mulai. Hal ini memberikan dampak bagi ekonomi lokal, karena melibatkan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sekolah dan menyerap sekitar 238 ribu tenaga kerja hingga Maret 2026.
Tak hanya itu, program ini memberdayakan sekitar 58 ribu UMKM lokal dari penyedia bahan bangunan di sekitar area sekolah. Setelah meninjau revitalisasi sekolah, kepala negara dijadwalkan melakukan groundbreaking terhadap 13 proyek hilirisasi.