Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia pada Minggu Pagi

Sejumlah pekerja memakai masker saat jam pulang kantor di kawasan Sudirman, Jakarta. ANTARA FOTO/Reno Esnir

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia pada Minggu Pagi

Achmad Zulfikar Fazli • 3 May 2026 08:38

Jakarta: Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat dan menjadi yang terburuk se-dunia pada Minggu pagi, 3 Mei 2026. Berdasarkan informasi laman IQAir, pukul 06.00 WIB, skor kualitas udara Jakarta berada di angka 182 dengan nilai konsentrasi partikel halus PM2.5 berada di angka 100 mikrogram per meter kubik.

Masyarakat diimbau agar tetap menjaga kesehatan dan memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Adapun, dilansir dari Antara, kota dengan kualitas udara terburuk kedua, yaitu Dhaka (Bangladesh) di angka 153, lalu Lahore (Pakistan) di angka 135, dan diikuti Baghdad (Irak) di angka 134.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respons cepat untuk menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei hingga Agustus mendatang.

Baca Juga: 

Gunakan Masker! Udara Jakarta Tak Sehat Pagi Ini



Ilustrasi polusi udara di Jakarta. Foto- Medcom.id/Husen

Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemprov DKI memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek, mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Menurut Pemprov DKI, pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial, sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah serta kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)