Tiongkok Serukan Arab Saudi-Houthi Menahan Diri dan Membuka Dialog

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun. (Anadolu Agency)

Tiongkok Serukan Arab Saudi-Houthi Menahan Diri dan Membuka Dialog

Willy Haryono • 14 September 2026 18:10

Beijing: Tiongkok menyerukan pengendalian diri dan dialog di tengah meningkatnya serangan kelompok pemberontak Houthi terhadap Arab Saudi.

Beijing juga menyatakan keprihatinan atas jatuhnya korban sipil serta kerusakan terhadap infrastruktur energi dan fasilitas sipil lainnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun mengatakan Beijing sangat prihatin terhadap dampak eskalasi terbaru di Yaman dan kawasan Laut Merah.

“Tiongkok sangat prihatin atas korban jiwa warga sipil yang tidak bersalah serta kerusakan fasilitas energi dan infrastruktur sipil lainnya akibat eskalasi baru-baru ini di Yaman dan Laut Merah,” kata Guo kepada wartawan di Beijing, Senin, 14 September 2026.

Menurut Guo, serangan terhadap infrastruktur sipil yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat tidak dapat diterima.

“Serangan terhadap infrastruktur sipil yang menyangkut kehidupan masyarakat tidak dapat diterima,” ujarnya.

Tiongkok menilai meningkatnya kekacauan di kawasan tersebut tidak memberikan keuntungan bagi pihak mana pun. Beijing juga menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan keamanan seluruh negara.

“Semakin meningkatnya kekacauan di kawasan tidak menguntungkan siapa pun. Kedaulatan dan keamanan semua negara harus dihormati, dan satu-satunya jalan keluar adalah menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara politik dan diplomatik,” kata Guo.

Seruan tersebut disampaikan setelah Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap sejumlah kota serta infrastruktur energi di Arab Saudi.

Houthi vs Arab Saudi

Sedikitnya 73 warga sipil dilaporkan terluka dalam serangkaian serangan terbaru. Informasi tersebut disampaikan oleh koalisi militer pimpinan Arab Saudi yang terlibat dalam konflik di Yaman.

Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran konflik berskala besar di Yaman kembali pecah setelah kedua pihak menikmati periode relatif tenang sejak April 2022.

Perang di Yaman telah berlangsung hampir 12 tahun sejak kelompok Houthi merebut ibu kota Sanaa pada 2014. Konflik tersebut kemudian melibatkan Arab Saudi yang menjadi aktor eksternal utama dalam mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Selain menyerang wilayah Arab Saudi, Houthi juga menargetkan kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah.

Arab Saudi pada Juli lalu mengumumkan misi untuk membentuk aliansi maritim internasional sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman terhadap pelayaran di kawasan tersebut.

Tiongkok kembali menyerukan seluruh pihak untuk menurunkan ketegangan dan menghindari langkah yang dapat memperburuk situasi.

“Tiongkok menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menahan diri, meredakan ketegangan melalui komunikasi dan dialog, serta berupaya mewujudkan deeskalasi sesegera mungkin,” kata Guo.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Desak AS untuk Serang Houthi, Trump Menolak

(Willy Haryono)