6 Kapal Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Petugas dari SAR melakukan persiapan untuk operasi pencarian dan pertolongan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin, 8 September 2026. ANTARA/HO-Basarnas Banten

6 Kapal Dikerahkan Cari Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau

Silvana Febiari • 9 September 2026 10:27

Pandeglang: Tim SAR gabungan Basarnas dan TNI/Polri kembali melakukan pencarian terhadap speedboat yang mengangkut rombongan jurnalis. Speedboat tersebut hilang kontak saat rombongan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto mengatakan pencarian diperluas berdasarkan analisis data digital. Sebanyak enam kapal dikerahkan dan dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU).

"Pertama kita menggunakan KN SAR Tual K dengan area pencarian seluas 68,3 nautical mile. Kemudian, ada kapal KAL Anyer milik Lanal Banten dengan jangkauan 69,5 nautical mile," kata Riski, dilansir dari Antara, Rabu, 9 September 2026. 


Tim SAR mengerahkan RIB 01 dan RIB 03 Lampung untuk menyisir area seluas 67 nautical mile. Sementara RIB 02 Banten difokuskan menyisir Pulau Rakata dan Pulau Panjang untuk mengantisipasi kemungkinan korban atau bagian kapal terdampar.

"Terakhir, kita didukung oleh KP Sanjay milik Polairud Polda Banten dengan cakupan pencarian seluas 67,3 nautical mile," ujarnya.

Riski mengatakan kondisi cuaca di lokasi pencarian masih bersahabat. Cuaca tersebut mendukung kelancaran operasi SAR.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di lokasi terpantau cerah berawan. Angin bertiup dari selatan ke utara dengan kecepatan 14 knot, sementara tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

"Kondisi ini masih terhitung aman dan sangat efektif bagi kita untuk melaksanakan penyisiran di laut," tambahnya.

Sementara itu, suasana di posko pencarian terpantau mulai didatangi oleh pihak keluarga para korban. Basarnas telah berkoordinasi secara intensif untuk menyampaikan perkembangan terkini dari operasi SAR yang sedang berjalan.

"Keluarga sudah mulai berdatangan, dan tadi kami sudah mengkomunikasikan perihal apa saja yang telah kami laksanakan. Mohon doa dari rekan-rekan media dan masyarakat agar tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam kondisi selamat," jelas dia.


Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi hilangnya lima jurnalis di perairan Gunung Anak Krakatau. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)


Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pukul 14.00 WIB, Senin, 7 September 2026. Rombongan tersebut berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.

Sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP), di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

(Silvana Febiari)