Pesantren Terapkan Pendidikan Holistik Lahirkan Generasi Berkelas

Kegiatan pengembangan mutu pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa. Foto: Dok. Istimewa.

Pesantren Terapkan Pendidikan Holistik Lahirkan Generasi Berkelas

Fachri Audhia Hafiez • 10 September 2026 19:10

Jakarta: Pimpinan Pondok Pesantren La Tansa, Adrian Mafatihallah Karim, menegaskan bahwa sistem pendidikan di pesantren tidak terbatas pada ruang kelas semata. Namun, mencakup seluruh pengalaman hidup yang dialami santri demi mencetak generasi berkualitas.

"Di pesantren, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dilakukan santri adalah bagian dari pendidikan yang melahirkan generasi berkelas. Sebab di pesantren, kehidupan itu sendiri adalah pendidikan," kata Adrian pada kegiatan pengembangan mutu pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa, dikutip melalui keterangan tertulis, Kamis, 10 September 2026.
 


Adrian merinci bahwa penanaman pendidikan holistik di lembaga yang dipimpinnya bertumpu pada 7 Dimensi Pengembangan Santri. Penggemblengan tersebut meliputi aspek spiritual, intelektual, moral, emosional, sosial, fisik, hingga jiwa kepemimpinan yang mandiri dan bertanggung jawab.

Guna mendukung ketercapaian pendidikan menyeluruh ini, Adrian turut menggarisbawahi peran krusial dari para tenaga pendidik.

"Bagi kami, materi pelajaran, metode, dan keberadaan guru memang penting. Namun, ada yang jauh lebih penting dari semua itu, yaitu Ruhul Mudarrism jiwa, ketulusan, dan spirit pengabdian dari seorang pendidik," ujar Adrian.


Kegiatan pengembangan mutu pendidikan di Pondok Pesantren La Tansa. Foto: Dok. Istimewa.

Kegiatan pengembangan mutu pendidikan yang digelar Pesantren La Tansa ini menghadirkan Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Nur Hadi Ihsan, melalui Public Lecture bertema "Beyond Theory: Implementing Holistic Education in Pesantren" serta sesi Inspiring Motivation. Nur Hadi mengapresiasi kesiapan sistem pembinaan santri di La Tansa yang dinilainya melampaui orientasi kognitif semata.

"Saya melihat para santri La Tansa dididik dan dipersiapkan secara matang agar siap berkiprah di kancah nasional maupun internasional, baik di bidang akademik maupun berbagai bidang strategis lainnya," kata Nur Hadi.

(Fachri Audhia Hafiez)