Persiapan operasi modifikasi cuaca di Riau untuk membuat hujan buatan dalam upaya meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Riau. ANTARA/HO-Pemprov Riau
Hujan Merata, Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Dihentikan Sementara
Silvana Febiari • 13 May 2026 14:45
Pekanbaru: Pemerintah Provinsi Riau menghentikan sementara operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meminimalkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keputusan ini diambil karena hujan telah turun cukup merata di sejumlah wilayah.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Riau M Edy Afrizal mengatakan kegiatan OMC telah menaburkan 64 ton garam. Saat ini, operasi tersebut dihentikan sementara agar curah hujan di Riau tidak terlalu tinggi, yang dikhawatirkan justru dapat menyebabkan banjir.
“Untuk OMC dihentikan sementara, karena hujan sudah cukup banyak. Nanti kalau masih dilakukan dikhawatirkan malah terjadi banjir,” katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Namun demikian, lanjutnya, pesawat untuk kegiatan OMC hingga saat ini masih disiagakan di Riau. Langkah ini dilakukan sambil menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait apakah OMC di Riau akan dihentikan atau dilanjutkan. Tambahan pesawat OMC tersebut juga bisa digunakan untuk patroli karhutla.
Sebelumnya, sempat dilaporkan terjadi karhutla di Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan. Tim gabungan juga langsung berupaya melakukan pemadaman, baik melalui darat dan udara yang kemudian dibantu dengan turunnya hujan.
“Untuk karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada karhutla saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” ujarnya.

Persiapan operasi modifikasi cuaca oleh pesawat BNPB di Provinsi Riau dengan menyemai garam di awan yang potensial. ANTARA/HO-Pemprov Riau
Sementara itu, akibat hujan yang terjadi di Riau hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya daerah yang terdampak banjir. Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau BPBD kabupaten/kota untuk tetap siaga.
“Belum ada yang melaporkan terjadi banjir, tapi mungkin permukaan air sungai ada mengalami kenaikan tapi belum terjadi banjir. Kami minta untuk tetap waspada, jika memerlukan bantuan bisa segera melaporkan ke BPBD Riau,” imbaunya