Gubernur NTT Melki Laka Lena saat memimpin rapat bersama Tim SAR gabungan dan Pemerintah Kabupaten Manggarai guna pencarian para korban kapal wisata KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo pada Jumat, 26 Desember 2025. ANTARA/
Pencarian Korban Kapal Tenggelam di Labuan Bajo Libatkan Tokoh Agama dan Adat
Silvana Febiari • 31 December 2025 06:44
Labuan Bajo: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena akan melibatkan sejumlah tokoh adat dan tokoh agama di Labuan Bajo, Manggarai Barat guna mendukung pencarian terhadap tiga orang korban kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu kelancaran proses pencarian.
"Kami meminta juga dukungan dari tokoh agama dan tokoh adat untuk bersama-sama besok kami berdoa di lokasi kapal tenggelam agar kita dimudahkan, bisa menemukan posisi kapal dan menyelamatkan atau paling tidak menemukan korban yang ada di kapal," katanya dikutip dari Antara, Rabu, 31 Desember 2025.
Melki akan turun ke lokasi kejadian pada Rabu pagi bersama tokoh adat dan tokoh agama untuk langsung mencari tiga korban, yang diketahui berkewarganegaraan Spanyol. Pelibatan tokoh adat dan tokoh agama ini merupakan bentuk sinergi seluruh pihak dalam proses pencarian.
Baca Juga :
Pelatih Valencia dan Keluarga Masih Hilang, Tim SAR Perluas Area Pencarian di Perairan Labuan Bajo
"Kita kan selalu tahu bahwa kita hidup di dunia seperti di NTT ada juga pendekatan dari tokoh-tokoh agama dan adat. Mereka juga mungkin bisa dengan caranya membantu menemukan kapal ini, jadi kita dengan berbagai cara dengan berdoa juga mungkin ada petunjuk untuk membantu," ujarnya.
Dia menjelaskan kedatangannya di Labuan Bajo merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pencarian para korban. "Tadi kami sudah berdiskusi untuk besok bagaimana langkah-langkah dari teman-teman tim penyelamat untuk bergerak besok pagi," ucapnya.
Sebelumnya, Melki bertemu dengan warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang selamat dalam insiden kecelakaan kapal. WNA tersebut didampingi keluarga, perwakilan Kedutaan Besar Spanyol, dan penasihat hukum.
Dalam kesempatan itu, Gubernur NTT menyampaikan duka yang mendalam atas peristiwa kecelakaan kapal tersebut. "Kami mewakili Pemerintah Republik Indonesia, mewakili presiden dan seluruh jajaran menyampaikan duka cita yang mendalam untuk peristiwa ini, dan memastikan bahwa kami hadir bersama dengan tim penyelamat untuk bersama-sama bekerja untuk menemukan korban kapal ini sesegera mungkin," ungkapnya.

Suasana pencarian hari kelima terhadap tiga korban WNA asal Spanyol yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (30/12). ANTARA/Gecio Viana
Kepala Kantor Basarnas Maumere, Fathur Rahman, menyatakan bahwa pencarian pada hari keenam akan dimulai pukul 06.00 WITA dengan titik kumpul di Posko Operasi SAR di Labuan Bajo. Sejak hari kedua, personel Tim SAR gabungan juga telah memulai pencarian dari Pos Pulau Padar, Taman Nasional Komodo.
"Akan dilakukan dua kali penyelaman, pada pagi hari akan menurunkan rencana 10 penyelam, setelah itu akan melaksanakan penyelaman kedua direncanakan kurang lebih sekitar pukul 14.00 WITA sesuai dengan situasi lokasi pencarian," ujarnya.
Sebelumnya, kapal semi pinisi KM Putri Sakinah yang mengangkut 11 penumpang mengalami kecelakaan laut. Para penumpang itu terdiri atas enam wisatawan asing asal Spanyol, satu pemandu wisata, dan empat anak buah kapal (ABK) termasuk nakhoda.
Tim SAR gabungan pada hari kejadian berhasil mengevakuasi sebanyak tujuh dari total 11 penumpang. Para korban selamat di antaranya empat orang ABK termasuk nakhoda kapal, dua wisatawan, dan seorang pemandu wisata. Pada Senin, 29 Desember 2025, satu korban lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.