Arsjad Rasjid: Free Float 15% Dongkrak Likuiditas Pasar Saham

Chair of the Board of Trustees Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid. Foto: dok pribadi.

Arsjad Rasjid: Free Float 15% Dongkrak Likuiditas Pasar Saham

Ade Hapsari Lestarini • 3 February 2026 19:28

Jakarta: Chair of the Board of Trustees Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid menilai, kenaikan batas minimum saham yang dimiliki publik (free float) menjadi 15 persen bisa memperkuat struktur pasar modal Indonesia.

Menurut Arsjad, kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan kepatuhan investor, namun turut memperbaiki transparansi dan likuiditas di bursa saham.

"Menurut saya free float itu adalah bagian dari proses transparansi, dari proses liquidity khususnya," kata Arsjad dalam acara Indonesia Economic Summit (IEC) dilansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.

Meski demikian, ia mengingatkan agar implementasinya dilakukan secara bertahap agar tak menimbulkan tekanan mendadak bagi emiten.

Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya masa transisi agar perusahaan memiliki waktu yang cukup guna menyesuaikan diri dengan ketentuan baru.


Ilustrasi. Foto: Freepik.
 

Dorong perbaikan praktik tata kelola di pasar modal


Arsjad menambahkan, peningkatan porsi saham yang beredar di publik diharapkan dapat menarik lebih banyak investor, sekaligus mendorong perbaikan praktik tata kelola dan keterbukaan informasi di pasar modal.

Adapun sebagai bagian dari agenda reformasi, pemerintah mengusulkan kebijakan free float dengan menaikkan batas minimum kepemilikan publik emiten dari 7,5 persen menjadi 15 persen.

Selain itu, reformasi lain yang dilakukan yakni penguatan keterbukaan informasi mengenai ultimate beneficial ownership (UBO), termasuk pengungkapan afiliasi pemegang saham. Pemerintah juga mendorong percepatan demutualisasi bursa yang ditargetkan rampung tahun ini.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)