Purbaya: Peringatan MSCI Jadi Momentum Bersihkan 'Penyakit' Pasar Modal

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam Indonesian Economic Summit 2026. Foto: Metrotvnews.com/Kelvin Yurcel.

Purbaya: Peringatan MSCI Jadi Momentum Bersihkan 'Penyakit' Pasar Modal

Husen Miftahudin • 3 February 2026 17:41

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi serius ancaman lembaga indeks global MSCI yang berencana menurunkan peringkat (downgrade) pasar modal Indonesia. Ia menyebut peringatan tersebut sebagai momentum positif untuk membersihkan 'penyakit' dalam industri pasar modal nasional.

Purbaya mengakui adanya masalah transparansi sistemik di pasar modal Indonesia, termasuk praktik manipulasi harga saham atau cooking practice. Menurut dia, gejolak pasar yang terjadi belakangan ini bukanlah sebuah keruntuhan, melainkan reaksi wajar investor terhadap ketidakterbukaan pasar yang sudah berlangsung terlalu lama.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban atas memburuknya kondisi pasar, pemerintah telah mengganti pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengundurkan diri. Purbaya menegaskan, langkah ini menjadi sinyal kuat bagi investor dalam menjaga integritas pasar.

"Pasar tidak dikelola dengan benar. Ketika pasar mengalami koreksi mendalam, mereka (regulator) harus bertanggung jawab karena tidak merespons tuntutan transparansi MSCI dengan layak," ucap Purbaya dalam diskusi di Indonesia Economic Summit 2026, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Purbaya pun menargetkan seluruh persyaratan transparansi yang diminta oleh MSCI akan terpenuhi sebelum tenggat waktu Mei 2026 mendatang.
 

Baca juga: Jeffrey Hendrik Resmi Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI


(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
 

Masih pede ekonomi Indonesia tumbuh 6%


Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan indeks saham, Purbaya optimistis fundamental ekonomi tetap kokoh dengan target pertumbuhan enam persen tahun ini. Pemerintah telah membentuk satuan tugas khusus yang melakukan pertemuan mingguan untuk membedah dan membuang sumbatan investasi yang dilaporkan oleh para pelaku usaha.

Purbaya juga menekankan, meskipun pemerintah melakukan ekspansi fiskal dan memberikan stimulus untuk memacu pertumbuhan, disiplin fiskal akan tetap dijaga dengan menjaga defisit di bawah ambang batas tiga persen dari PDB.

Menanggapi kekhawatiran investor mengenai sentralisasi kekuasaan dan independensi bank sentral, Purbaya menjamin Bank Indonesia (BI) akan tetap independen. Meskipun terdapat nominasi figur yang dekat dengan kekuasaan dalam jajaran Deputi Gubernur, ia memastikan hal tersebut didasarkan pada kapabilitas dan tidak akan mengganggu kebijakan moneter.

"Kami bermain sesuai aturan (by the book). Kami menggunakan praktik terbaik global dalam kebijakan moneter dan fiskal," tegas Purbaya. (Kelvin Yurcel)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)