PM Jepang Sanae Takaichi. (Anadolu Agency)
Survei Asahi Prediksi Kemenangan Telak Partai PM Jepang Sanae Takaichi
Muhammad Reyhansyah • 2 February 2026 12:18
Tokyo: Partai Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi diperkirakan meraih kemenangan telak dalam pemilihan majelis rendah yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Survei terbaru surat kabar Asahi Shimbun menunjukkan hasil tersebut berpotensi memperbesar peluang Jepang untuk melanjutkan kebijakan belanja besar dan pemotongan pajak.
Perolehan suara yang kuat dalam pemilu yang digelar Minggu mendatang diperkirakan akan semakin mengokohkan posisi Takaichi di internal partainya sekaligus memberinya mandat politik untuk menjalankan kebijakan fiskal ekspansif.
Namun, langkah tersebut juga dinilai berisiko kembali memicu kekhawatiran terhadap kondisi keuangan Jepang dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
Menurut jajak pendapat Asahi yang dirilis Minggu, Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP) yang dipimpin Takaichi berpeluang melampaui mayoritas 233 kursi dari total 465 kursi yang diperebutkan di majelis rendah. Jika tercapai, perolehan itu akan meningkat signifikan dibandingkan kepemilikan kursi LDP saat ini yang berada di angka 198.
Bersama mitra koalisinya, Partai Inovasi Jepang (Ishin), blok pemerintahan diperkirakan dapat mengamankan sekitar 300 kursi. Hasil tersebut akan memperkuat dominasi koalisi berkuasa di majelis rendah, yang memiliki kewenangan besar dalam proses legislasi.
“Kemenangan besar LDP akan semakin memperkuat cengkeraman kekuasaan Takaichi. Pasar tidak akan terkejut melihat meningkatnya peluang ia mendorong kebijakan fiskal proaktif andalannya, termasuk pemangkasan pajak konsumsi,” kata Keisuke Tsuruta, ahli strategi obligasi senior di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, dikutip dari Korea Herald, Senin, 2 Februari 2026.
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tercatat naik pada Senin, seiring investor memperhitungkan kemungkinan Takaichi memperoleh mandat elektoral untuk meloloskan kebijakan fiskal “proaktif” yang menitikberatkan pada peningkatan belanja negara dan pemotongan pajak.
Di sisi lain, partai oposisi terbesar, Aliansi Reformasi Sentris, dilaporkan tengah mengalami tekanan dan berpotensi kehilangan hingga separuh dari 167 kursi yang saat ini mereka kuasai, menurut survei Asahi.
Saat ini, koalisi pimpinan Takaichi memang memegang mayoritas tipis di majelis rendah, namun berada dalam posisi minoritas di majelis tinggi. Bulan lalu, perdana menteri membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu cepat pada 8 Februari guna memperoleh legitimasi politik atas kebijakannya mendorong reflasi ekonomi melalui stimulus fiskal.
Jepang sempat mengalami gejolak pasar bulan lalu setelah Takaichi berjanji menangguhkan pajak penjualan makanan sebesar 8 persen selama dua tahun. Pernyataan tersebut kembali memunculkan kekhawatiran investor terkait disiplin fiskal di negara dengan beban utang publik yang telah melampaui dua kali ukuran ekonominya.
Sejumlah partai lain juga menyerukan penangguhan atau penurunan pajak konsumsi sebagai upaya meredam tekanan biaya hidup yang terus meningkat bagi rumah tangga di Jepang.
Baca juga: Jepang Gelar Pemilu Dini Awal Februari usai Parlemen Dibubarkan