Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Tampil Selamatkan Negara di Saat Genting

Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan sambutan dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu pagi, 8 Februari 2026.

Presiden Prabowo Sebut NU Selalu Tampil Selamatkan Negara di Saat Genting

Daviq Umar Al Faruq • 8 February 2026 12:23

Malang: Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan posisi strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pilar utama kebesaran bangsa. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri dan berpidato dalam acara puncak Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 8 Februari 2026.

Di hadapan ribuan jemaah, Presiden mengaku selalu merasakan atmosfer persatuan dan semangat pengabdian setiap kali berada di lingkungan NU.

“Setiap kali saya berada di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, saya selalu bahagia. Saya selalu semangat, karena saya merasakan kesejukan. Saya merasakan semangat persatuan, semangat guyub, semangat ingin menegakkan kedamaian. Saya merasakan harapan atas bangsa negara yang adil," kata Presiden Prabowo.

Ia secara khusus menyoroti kekuatan dan peran besar jemaah perempuan NU. “Apalagi tadi saya merasakan kuatnya tangan emak-emak dari NU ini. Luar biasa kekuatan emak-emak ini," ujarnya disambut riuh tepuk tangan.
 


Presiden menyatakan dukungan spiritual dari para kiai dan ulama NU memberinya keberanian untuk terus berbakti.

“Setiap kali saya muncul di tengah-tengah Nahdlatul Ulama, di tengah-tengah santri-santriwati, di tengah-tengah kiai, apalagi ada kiai-kiai besar dan ulama-ulama besar di belakang saya, rasanya saya terus jadi lebih berani untuk berbakti, mengabdi, dan membela rakyat Indonesia seluruhnya," terang Prabowo.

Dalam pidatonya, Presiden menempatkan NU dalam bingkai sejarah panjang Republik Indonesia. Ia menegaskan, selama satu abad, organisasi ini telah konsisten menunjukkan pengabdian nyata.

“100 tahun kiprah pengabdian NU telah membuktikan bahwa NU sungguh-sungguh adalah pilar daripada kebesaran bangsa Indonesia," tegas Prabowo.

Ia menambahkan, NU selalu berdiri di barisan terdepan untuk menyelamatkan negara dalam berbagai momentum genting, sebuah peran yang sudah teruji sejak masa awal kemerdekaan.

“Setiap kali negara dalam keadaan bahaya, NU tampil untuk menyelamatkan," bebernya.

Presiden juga mengingatkan peran sentral Jawa Timur dan para kiai dalam mempertahankan kemerdekaan pascaproklamasi 1945.

“Kemerdekaan itu diuji di Jawa Timur, diuji di Surabaya rakyat Jawa Timur, rakyat Surabaya dipimpin oleh para kiai, para ulama, kita telah buktikan, bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang tidak mau tunduk lagi kepada siapapun yang ingin menjajah bangsa kita," terang Prabowo.

Bagi Presiden, warisan terbesar NU adalah keteladanan dalam menjaga keutuhan nasional, sebuah nilai yang harus terus dirawat.

“NU selalu memberi contoh, NU selalu berusaha untuk menjaga persatuan dan memang itulah pelajaran sejarah," pungkasnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)