Budi Luhur University Mengukuhkan Dua Guru Besar Baru

Pengukuhan dua guru besar Budi Luhur University. Foto: Istimewa.

Budi Luhur University Mengukuhkan Dua Guru Besar Baru

Arga Sumantri • 3 February 2026 22:30

Jakarta: Budi Luhur University (BLU) mengukuhkan dua dosen Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK) sebagai guru besar. Hal ini disebut menandai penguatan peran kampus dalam pengembangan ilmu komunikasi yang relevan dengan tantangan demokrasi dan masyarakat di era digital.

Kedua guru besar yang dikukuhkan yaitu Umaimah Wahid sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik dan Dudi Iskandar sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi Massa.

"Saya mengucapkan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Umaimah Wahid, dan Prof. Dr. Dudi Iskandar, yang hari ini resmi diumumkan sebagai guru besar," ujar Rektor BLU Agus Setyo Budi dalam keterangannya, Selasa, 3 Februari 2026.

Agus berharap dua guru besar menjadi tambahan amunisi dalam mengemban perkembangan ilmu. Sekaligus, menjadi rujukan bagi akademisi dan menjaga etika keilmuan di Fakultas FKDK BLU. 

"Semoga guru besar ini membawa berkah, tentunya bagi diri sendiri, keluarga masyarakat dan bangsa Indonesia, dan wabil khusus bagi BLU, semoga semakin jaya, semakin berkibar," ungkap Agus.

Sementara itu, Ketua Yayasan Budi Luhur Çakti Julian Bongsoikrama menyampaikan pengukuhan guru besar ini merupakan momen akademik yang sangat penting. Bukan hanya bagi fakultas, tetapi juga untuk BLU secara keseluruhan.

"Pengukuhan guru besar bukanlah sekedar pencapaian akhir tertinggi, ia juga adalah pengakuan atas proses panjang, yaitu ketekunan berfikir, konsistensi terhadap Tri Dharma serta keberanian intelekttual untuk memberi makna bagi zaman," kata Julian.

Julian menegaskan pengukuhan ini memberi makna strategis di era distrubsi media prakmentasi publik dan dinamika komunikasi politik yang semakin komplek. Menurut dia, ilmu komunikasi memegang peran sentral menjaga kualitas bangsa.

"Satu hal penting, membangun universitas tidak cukup dengan infrastruktur. Yang paling menentukan adalah manusia, nilai dan keilmuan yang harus terus dirawat," papar Julian.

Pengukuhan dua Guru Besar Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif (FKDK). Istimewa.

Pentingnya komunikasi dalam membangun literasi politik

Prof. Umaimah Wahid menegaskan peran penting komunikasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat. Hal ini sejalan dengan disertasinya yang berjudul 'Media Massa dan Hegemoni Negara terhadap Realitas Perempuan: Analisis Gramscian terhadap Perjuangan Gerakan Affirmative Action Kuota 30 Persen', yang menyoroti relasi kekuasaan, media, dan perjuangan representasi perempuan dalam ruang politik.

Menurut Umaimah, di tengah transformasi media digital, masyarakat banyak belajar politik melalui media. Sehingga, pesan politik yang disampaikan memiliki dampak besar terhadap cara berpikir dan bersikap publik.

"Komunikasi politik berperan besar dalam membentuk literasi politik masyarakat. Tantangan hari ini adalah bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara sehat, agar masyarakat semakin kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab," jelas Umaimah.

Sementara itu, Prof Dudi Iskandar menekankan pentingnya jurnalisme sebagai informasi publik yang terkonfirmasi, terklarifikasi, dan terverifikasi. Pandangan ini tercermin dalam disertasinya berjudul 'Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Grup, Media Grup, dan MNC Grup)', yang mengkaji bagaimana media membingkai kekuasaan dan kepentingan politik dalam era konvergensi media.

"Jurnalisme harus kembali pada fungsi utamanya sebagai ruang diskusi publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi media menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi," ungkap Dudi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)