AS menilai misi melawan ISIS di Suriah sudah berakhir. (Anadolu Agency)
AS Putuskan Tarik Seluruh Pasukan dari Suriah dalam Dua Bulan
Willy Haryono • 19 February 2026 11:37
Washington: Amerika Serikat (AS) memutuskan menarik seluruh sisa pasukannya dari Suriah yang berjumlah sekitar 1.000 personel sebagai bagian dari pengurangan militer bertahap yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.
Menurut laporan The Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS, proses penarikan diperkirakan selesai dalam dua bulan ke depan. Washington menyimpulkan kehadiran militernya tidak lagi diperlukan setelah integrasi kelompok Syrian Democratic Forces (SDF), yang didominasi YPG, ke dalam struktur negara Suriah.
Integrasi tersebut dinilai menandai berakhirnya misi utama AS untuk memerangi kelompok ISIS melalui mitra lokal.
Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 19 Februari 2026, militer AS juga dilaporkan telah menyelesaikan penarikan dari garnisun Al-Tanf, sebuah pos strategis di dekat perbatasan Suriah, Yordania, dan Irak. Selain itu, pangkalan Al-Shaddadi di timur laut Suriah telah dikosongkan pada awal bulan ini.
Seorang pejabat senior AS mengatakan tanggung jawab penanggulangan terorisme kini diambil alih oleh pemerintah Suriah. Meski demikian, militer AS menegaskan masih memiliki kemampuan untuk merespons ancaman ISIS dari luar wilayah Suriah jika diperlukan.
Laporan tersebut juga menegaskan penarikan ini tidak terkait dengan pengerahan angkatan laut dan udara AS di Timur Tengah yang saat ini disiagakan di tengah ketegangan dengan Iran.
Langkah tersebut dinilai sebagai antisipasi, mengingat Iran sebelumnya mengancam akan menargetkan pasukan AS di kawasan jika terjadi serangan terhadap negaranya.
Sejumlah pejabat asing memperingatkan bahwa penarikan pasukan berisiko melemahkan stabilitas keamanan dan membuka peluang bagi ISIS untuk kembali melakukan reorganisasi.
Di sisi lain, beberapa analis menilai kehadiran sisa pasukan AS selama ini lebih berfungsi sebagai sinyal politik dan diplomatik dibandingkan kekuatan militer substantif dalam operasi penanggulangan terorisme. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: AS Serang Lebih dari 30 Target ISIS di Suriah dalam Operasi Balasan