Hamas Minta Serangan Israel Dihentikan Sebelum Bahas Rekonstruksi Gaza

Kelompok pejuang Palestina, Hamas, bersiaga di Jalur Gaza. (Anadolu Agency)

Hamas Minta Serangan Israel Dihentikan Sebelum Bahas Rekonstruksi Gaza

Muhammad Reyhansyah • 21 February 2026 14:06

Gaza: Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyatakan bahwa pembahasan mengenai masa depan Gaza hanya dapat dimulai setelah agresi Israel dihentikan sepenuhnya. 

Pernyataan itu disampaikan menyusul konferensi tingkat tinggi perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis lalu di Washington.

Dalam pernyataannya, Hamas menegaskan bahwa setiap proses politik atau pengaturan terkait Gaza dan masa depan rakyat Palestina harus diawali dengan penghentian total serangan, pencabutan blokade, serta jaminan hak nasional rakyat Palestina.

“Setiap proses politik atau pengaturan apa pun yang dibahas mengenai Gaza dan masa depan rakyat Palestina kami harus dimulai dengan penghentian total agresi, pencabutan blokade, serta jaminan hak nasional sah rakyat kami, terutama hak atas kebebasan dan penentuan nasib sendiri,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari TRT World, Jumat, 20 Februari 2026.

Dewan Perdamaian yang diprakarsai Trump menggelar sidang perdananya di Washington pada Kamis kemarin, ketika sejumlah negara menjanjikan dana serta personel untuk membantu pembangunan kembali wilayah Palestina tersebut. Pertemuan itu berlangsung lebih dari empat bulan setelah gencatan senjata rapuh antara Israel dan Hamas.

Namun Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan Hamas harus melucuti senjata sebelum proses rekonstruksi dimulai. “Kami telah sepakat dengan sekutu kami, Amerika Serikat, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum Gaza didemiliterisasi,” kata Netanyahu.

Netanyahu tidak menghadiri pertemuan di Washington, tetapi diwakili Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar.

Trump menyatakan sejumlah negara terutama dari kawasan Teluk telah menjanjikan lebih dari tujuh miliar dolar untuk mendukung pembangunan kembali wilayah tersebut.

Selain itu, Indonesia disebut akan mengambil peran sebagai wakil komandan dalam International Stabilisation Force (ISF) yang sedang dibentuk, menurut komandan Amerika Serikat untuk unit tersebut, Mayor Jenderal Jasper Jeffers.

Trump juga mengatakan lima negara telah berkomitmen mengirim pasukan, termasuk Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania. Rencana Gaza yang diajukannya sebelumnya telah disahkan Dewan Keamanan PBB pada November.

Baca juga:  Menhan Israel Sebut Pihaknya Tidak Akan Mundur Satu Milimeter pun dari Gaza

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)