Investor Kripto di Indonesia Tembus 21 Juta, Transaksi Capai Rp22 Triliun

CEO Indodax William Sutanto. Foto: dok Indodax.

Investor Kripto di Indonesia Tembus 21 Juta, Transaksi Capai Rp22 Triliun

Husen Miftahudin • 7 May 2026 21:33

Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta per Maret 2026, tumbuh 1,43 persen secara bulanan (mtm). Sementara nilai transaksi spot kripto tercatat sebesar Rp22,24 triliun, sedangkan transaksi derivatif melonjak 14,26 persen menjadi Rp5,80 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, Indodax turut mencatatkan kontribusi dengan total 9,9 juta pengguna dan volume transaksi mencapai Rp8,45 triliun atau sekitar 38 persen dari total transaksi kripto nasional pada periode yang sama.

CEO Indodax William Sutanto menilai pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset kripto yang teregulasi di Indonesia.

"Kami melihat data OJK ini sebagai sinyal positif terhadap perkembangan industri kripto nasional. Pertumbuhan jumlah pengguna dan transaksi menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap aset kripto yang teregulasi terus meningkat," kata William seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026.

"Di sisi lain, hal ini juga menjadi tanggung jawab bagi kami sebagai exchange kripto terbesar di Indonesia untuk terus memperkuat keamanan platform, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas edukasi bagi pengguna," tambah dia.

Sementara itu, total kapitalisasi pasar aset keuangan digital dan kripto nasional tercatat terkoreksi tipis sebesar 0,97 persen menjadi Rp23,36 triliun dibanding bulan sebelumnya. Kondisi ini dinilai masih wajar di tengah dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga global, data inflasi Amerika Serikat, serta ketegangan geopolitik internasional.
 
Baca juga: OJK Beberkan Faktor-faktor yang Buat Transaksi Kripto di Indonesia Turun 25,9%

Perdagangan aset digital RI tunjukkan tren yang sehat


Meski pasar kripto global masih bergerak fluktuatif, jelas William, aktivitas perdagangan aset digital di Indonesia dinilai tetap menunjukkan tren yang cukup sehat. Hal ini tercermin dari nilai transaksi spot kripto yang mencapai Rp22,24 triliun serta pertumbuhan transaksi aset keuangan digital sebesar 14,26 persen menjadi Rp5,80 triliun.

Menurut dia, stabilnya partisipasi investor ritel dan institusional juga menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital, termasuk kripto, tetap terjaga di tengah dinamika pasar global yang terus berkembang.

William menambahkan kondisi tersebut menunjukkan bahwa investor kripto Indonesia mulai semakin matang dalam menyikapi volatilitas dan dinamika yang terjadi di pasar kripto.

"Volatilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pasar aset kripto, terutama di tengah dinamika global seperti kebijakan suku bunga, kondisi likuiditas pasar, dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang masih berlangsung. Namun yang menarik, aktivitas transaksi dan minat investor Indonesia tetap relatif stabil. Hal ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap aset kripto mulai berkembang dan investor semakin bijak dalam menyikapi pergerakan pasar," papar dia.


(Ilustrasi pergerakan harga aset kripto. Foto: dok KBI)
 

Ekosistem kripto nasional semakin kuat


Penguatan ekosistem kripto nasional juga tercermin dari sisi regulasi. OJK telah menyetujui 31 entitas dalam ekosistem aset keuangan digital, termasuk bursa, kliring, kustodian, dan pedagang aset kripto, serta mengawasi 1.464 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia. Indodax sebagai salah satu entitas berizin resmi memandang perkembangan regulasi ini sebagai fondasi penting bagi pertumbuhan industri yang sehat dan berkelanjutan.

Data terbaru ini semakin memperkuat optimisme terhadap perkembangan industri aset kripto di Indonesia. Pertumbuhan yang konsisten dari sisi pengguna maupun aktivitas transaksi menunjukkan bahwa ekosistem aset digital nasional terus berkembang secara positif, didukung oleh peningkatan literasi, partisipasi masyarakat, serta kerangka regulasi yang semakin matang.

Sebagai platform perdagangan aset kripto pertama di Indonesia, Indodax berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang aman, transparan, dan edukatif guna mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Selain itu, dalam rangka memperkuat literasi keuangan digital masyarakat, OJK bersama Asosiasi Blockchain Indonesia telah sukses menjalankan program Bulan Literasi Kripto 2026.

"Indodax mendukung penuh sekaligus aktif berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat terhadap ekosistem aset kripto, khususnya bagi pengguna baru yang terus bertumbuh setiap bulannya," tegas William.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)