WHO dituduh politisasi wabah Hantavirus. Foto: Xinhua
Argentina Tuduh WHO Politisasi Wabah Hantavirus saat Kasus Meningkat
Fajar Nugraha • 9 May 2026 08:19
Buenos Aires: Argentina menghadapi musim hantavirus terparah dalam beberapa tahun terakhir di tengah meningkatnya jumlah kasus dan memanasnya ketegangan diplomatik dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pemerintah Argentina menuduh WHO mempolitisasi wabah hantavirus yang terjadi di negara tersebut. Tuduhan itu muncul ketika otoritas kesehatan masih berupaya mengendalikan lonjakan kasus yang hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami melihat jumlah kasus berada di atas ambang wabah selama sebagian besar periode pengamatan,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Argentina, dikutip dari media TRT World, Jumat, 8 Mei 2026.
Pemerintah juga menyebut terjadi peningkatan berkelanjutan yang belum menunjukkan tanda melambat.
Sepanjang tahun kalender 2026, sebanyak 42 kasus telah tercatat. Otoritas kesehatan kini mempercepat penerapan protokol deteksi dini untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Para ahli menilai lonjakan kasus dipicu faktor lingkungan seperti kekeringan yang diikuti hujan lebat. Kondisi kering mendorong hewan pengerat masuk ke permukiman manusia untuk mencari makanan, sementara curah hujan tinggi memicu penyebaran biji-bijian yang meningkatkan populasi tikus secara drastis.
Kementerian Kesehatan Argentina juga mengaitkan kenaikan kasus dengan meningkatnya interaksi manusia dengan lingkungan liar. Faktor lain yang disebut memengaruhi penyebaran ialah kerusakan habitat, perluasan kawasan permukiman pedesaan, serta perubahan wilayah endemik akibat perubahan iklim.
Krisis hantavirus turut memicu ketegangan geopolitik setelah muncul wabah di kapal pesiar MV Hondius yang berangkat dari pelabuhan Ushuaia, Argentina, pada 1 April.
Pada Maret 2026, Argentina mengikuti langkah Amerika Serikat untuk resmi keluar dari WHO. Pada Kamis, Kementerian Kesehatan Argentina menuduh organisasi tersebut “mengeksploitasi” kasus infeksi di kapal pesiar untuk “memengaruhi keputusan kedaulatan” negara itu.
Meski terjadi ketegangan politik, otoritas kesehatan memastikan pemantauan epidemiologi preventif masih terus dilakukan. Namun hingga kini, sumber pasti infeksi hantavirus di atas MV Hondius masih belum diketahui.
(Keysa Qanita)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com