Bus Shalawat untuk melayani jemaah haji. Foto: MCH 2026/Media Indonesia/Akmal
Pelayanan Haji, 140 Bus Shalawat Disiagakan di Terminal Ajyad
Akmal Fauzi • 5 May 2026 12:38
Jakarta: Sebanyak 140 unit bus shalawat kini disiagakan di Terminal Ajyad. Fasilitas itu untuk menjamin kelancaran mobilitas jemaah haji selama menjalankan ibadah di Mekah, Arab Saudi.
Terminal itu terletak hanya 150 meter dari pelataran Masjidil Haram. Fasilitas tersebut menjadi urat nadi transportasi bagi jemaah haji yang menghuni pemondokan di wilayah Misfalah, khususnya sektor 7, 8, dan 9.
Kepala Pos Terminal Bus Ajyad, Rif'at Sitorus, menyatakan pihaknya terus memantau pergerakan jemaah. Hal ini, seiring dengan terus bertambahnya kedatangan di Makkah.
"Untuk saat ini rute yang sudah kita layani adalah rute 16, 17, dan 18. Dan akan bertambah untuk rute 19, 20 sampai 21 setelah jamaah seluruhnya datang ke wilayah Misfalah," ujar Sitorus, di lokasi, Selasa, 5 Mei 2026.
Guna meminimalisasi antrean, perwira pertama TNI AU itu menjelaskan bahwa operasional bus menggunakan sistem shuttle yang bekerja selama 24 jam. Dengan pola ini, jemaah dipastikan tidak akan tertahan lama di halte karena armada terus bergerak secara simultan.
"Bus terus berputar, sehingga jemaah tidak perlu menunggu lama. Kita pastikan waktu tunggu sekitar 5 sampai 10 menit, tidak pernah terlambat," kata Sitorus.

Ibadah haji. Foto: Metro TV/Misbahol
Selain aspek kecepatan, kenyamanan jemaah juga menjadi prioritas. Sitorus telah menyiapkan langkah antisipasi berupa pengalihan rute jika terjadi lonjakan penumpang secara mendadak pada jalur tertentu. Petugas di lapangan juga diinstruksikan untuk memberikan pengawalan hingga jemaah benar-benar sampai di depan pintu hotel.
"Kita kawal jemaah haji sampai ke hotel sehingga mereka masih nyaman," imbuh Sitorus.
Sejak operasional berjalan mulai Kamis, 30 April 2026, layanan transportasi di Terminal Ajyad terpantau berjalan tanpa kendala berarti. Koordinasi yang solid antara petugas dan manajemen transportasi membuat pergerakan jemaah dari penginapan menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya tetap tertib dan terkendali.