Iklan perusahaan Coklat Whitman untuk memperingati hari Ibu tahun 1946. (via envisioningtheamericandream.com)
Berbeda dengan Perayaan di Indonesia, Ini Sejarah Hari Ibu Sedunia
Riza Aslam Khaeron • 10 May 2026 15:46
Jakarta: Tepat pada hari ini, 10 Mei 2026, masyarakat dunia kembali merayakan Hari Ibu Internasional atau yang populer dikenal sebagai Mother’s Day. Perlu dicatat bahwa peringatan ini berbeda dengan Hari Ibu Nasional di Indonesia yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.
Hari Ibu di Indonesia memiliki makna historis tersendiri karena bertepatan dengan momen Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928. Sebuah tonggak sejarah yang kemudian dikukuhkan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.Sementara itu, Mother’s Day yang dirayakan hari ini merujuk pada tradisi dan peristiwa bersejarah yang bermula dari Amerika Serikat (AS). Karena itulah, kedua momen ini memiliki akar sejarah yang sepenuhnya berbeda.
Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul dan sejarah panjang di balik terciptanya Mother’s Day? Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Asal-Usul Hari Ibu

Ilustrasi Mothering Sunday. (via myirishjeweler.com)
Penghormatan terhadap sosok ibu dan konsep keibuan sebenarnya telah berakar jauh sebelum era modern dimulai. Peradaban Yunani dan Romawi kuno, misalnya, telah mengenal festival untuk memuja dewi-dewi ibu seperti Rhea dan Cybele. Namun, embrio dari perayaan Mother’s Day modern secara spesifik dapat ditelusuri dari tradisi Kristen di Eropa yang dikenal sebagai Mothering Sunday.
Dimulai dari abad ke-16, tradisi ini awalnya diperingati setiap hari Minggu keempat pada masa Prapaskah. Pada momen tersebut, umat berbondong-bondong kembali ke "gereja induk" (mother church)—gereja utama di dekat tanah kelahiran mereka—untuk mengikuti kebaktian khusus.
Seiring berjalannya waktu, tradisi religius ini bertransformasi menjadi perayaan kasih sayang yang lebih personal, di mana anak-anak mulai mempersembahkan bunga dan hadiah kecil bagi ibu mereka. Tradisi ini sempat memudar sebelum akhirnya bersinergi dengan konsep Mother’s Day versi Amerika Serikat pada dekade 1930-an dan 1940-an.
Sejarah Hari Ibu Modern di Amerika Serikat

Ann Reeves Jarvis. (Perpustakaan Kongres AS)
Mengutip History.com, di Amerika Serikat, cikal bakal Mother’s Day mulai tumbuh beberapa dekade sebelum diakui secara resmi sebagai hari libur nasional. Sebelum pecahnya Perang Sipil AS, Ann Reeves Jarvis dari Virginia Barat mendirikan Mothers’ Day Work Clubs.
Gerakan ini bertujuan mengedukasi para perempuan setempat mengenai teknik merawat anak yang baik dan higienis. Pasca perang, kelompok ini bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang luar biasa. Pada 1868, Ann menggagas Mothers’ Friendship Day sebagai wadah rekonsiliasi antara para ibu dari pihak tentara persatuan dan Konfederasi guna merajut kembali persatuan nasional.
Tokoh kunci lainnya adalah Julia Ward Howe, seorang aktivis hak pilih perempuan sekaligus penulis lagu patriotik ternama. Pada 1870, karena trauma menyaksikan kehancuran akibat Perang Saudara dan Perang Perancis-Prusia, Howe menulis Mother’s Day Proclamation.
Melalui tulisan tersebut, ia menyerukan agar para ibu di seluruh dunia bersatu demi mewujudkan perdamaian abadi. Ia bahkan sempat mengampanyekan peringatan Mother’s Peace Day yang dirayakan setiap tanggal 2 Juni sejak 1873.
.jpg)
Lukisan Julia Ward Howe. (Wikimedia Commons)
Namun, tonggak sejarah paling krusial diletakkan oleh Anna Jarvis, putri dari Ann Reeves Jarvis. Sepeninggal ibunya pada 1905, Anna bertekad mewujudkan sebuah hari khusus untuk menghormati pengorbanan yang telah diberikan para ibu.
Dengan dukungan finansial dari John Wanamaker, seorang pemilik toko departemen di Philadelphia, ia menyelenggarakan perayaan resmi Mother’s Day pertama kali di sebuah gereja Metodis di Grafton, Virginia Barat, pada Mei 1908. Perjuangan Anna terus berlanjut melalui kampanye surat-menyurat masif yang ditujukan kepada media dan para politisi.
Ia berargumen bahwa hari libur di Amerika saat itu terlalu didominasi oleh pencapaian laki-laki. Upaya gigihnya membuahkan hasil pada 1914, ketika Presiden Woodrow Wilson menandatangani maklumat yang meresmikan Mother’s Day sebagai hari libur nasional pada hari Minggu kedua di bulan Mei.
| Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon dan Ucapan Mother's Day 2026 |
Kematian Anna Jarvis

Anna Jarvis, putri dari Ann Jarvis. (Wikimedia Commons)
Ironisnya, di masa tuanya, Anna Jarvis justru merasa sangat kecewa melihat perayaan yang ia rintis berubah menjadi ajang komersialisasi. Ia merasa perayaan yang seharusnya menjadi hari sakral tersebut telah dimanfaatkan oleh industri bunga dan kartu ucapan demi keuntungan bisnis semata. Kekecewaan ini begitu mendalam hingga ia mengajukan petisi untuk mencabut hari tersebut pada 1943.
Mengutip Smithsonian American Women’s History Museum, pada 1948, Anna Jarvis wafat dalam kondisi ekonomi yang sulit di sebuah sanatorium. Tragisnya, biaya perawatannya selama di sana justru dibayar secara anonim oleh asosiasi perusahaan kartu ucapan dan floris—industri yang pernah sangat ia benci karena dianggap merusak makna ketulusan Hari Ibu.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com