Instalasi Pengolahan Air atau WTP Lelilef guna menghadirkan akses air bersih. Foto: Istimewa.
IWIP dan WBN Hadirkan Akses Air Bersih di Halmahera Tengah
Husen Miftahudin • 6 May 2026 21:12
Jakarta: PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) bersama PT Weda Bay Nickel (WBN) memulai pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) Lelilef guna menghadirkan akses air bersih bagi masyarakat di Desa Lelilef Sawai dan Desa Lelilef Waibulan, Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Pembangunan WTP ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih yang layak, mendukung aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Fasilitas WTP ini dilengkapi dua reservoir dengan kapasitas total 5.200 meter kubik per hari, serta tiga unit IPA pada masing-masing reservoir dengan kapasitas 210 meter kubik per unit.
General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP Iwan Kurniawan menyampaikan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.
"Dimulainya pekerjaan pemasangan pipa air bersih ini menjadi titik awal perubahan kualitas hidup. Akses terhadap air bersih sering dianggap sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat," ujar Iwan, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Iwan menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola WTP Lelilef ini. "Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga jaringan yang dibangun, menggunakan air secara bijak, serta mengelola pemanfaatannya secara adil di tingkat desa," tambah dia.

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Pembangunan WTP ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih yang layak, mendukung aktivitas sehari-hari, serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan. Fasilitas WTP ini dilengkapi dua reservoir dengan kapasitas total 5.200 meter kubik per hari, serta tiga unit IPA pada masing-masing reservoir dengan kapasitas 210 meter kubik per unit.
General Manager Health, Safety, and Environment (HSE) IWIP Iwan Kurniawan menyampaikan akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.
"Dimulainya pekerjaan pemasangan pipa air bersih ini menjadi titik awal perubahan kualitas hidup. Akses terhadap air bersih sering dianggap sederhana, namun memiliki dampak besar terhadap kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan masyarakat," ujar Iwan, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 6 Mei 2026.
Iwan menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi juga oleh peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola WTP Lelilef ini. "Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menjaga jaringan yang dibangun, menggunakan air secara bijak, serta mengelola pemanfaatannya secara adil di tingkat desa," tambah dia.
| Baca juga: Warga Jaksel Diingatkan Kurangi Penggunaan Air Tanah |

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
Jaga keberlanjutan program air bersih
Sementara itu, Kepala Desa Lelilef Waibulan Faisal Djamil menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program air bersih sebagai aset bersama masyarakat. Menurut dia air bersih ini harus dijaga sebagai aset jangka panjang, bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk generasi mendatang.
"Diperlukan komitmen bersama agar WTP Lelilef yang dibangun dapat terus berfungsi dan memberikan manfaat secara berkelanjutan," tegas dia.
Melalui penyediaan akses air bersih ini, IWIP dan WBN berharap dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari peningkatan kesehatan, produktivitas ekonomi, hingga kualitas lingkungan dan pendidikan, serta terus menghadirkan program-program berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com