Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Foto: Istimewa.
AHY Tegaskan Bonus Demografi Indonesia Harus Berintegritas dan Berkompetensi
Anggi Tondi Martaon • 20 June 2026 09:23
Jakarta: Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bonus demograsi harus diikuti kompetensi, karakter, dan integritas yang kuat. Sebab, jumlah penduduk usia produktif yang besar tidak otomatis menjadi jaminan keberhasilan bangsa.
“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang pintar. Bangsa ini membutuhkan orang pintar yang jujur,” ujar AHY melalui keterangan tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.
Hal itu disampaikan AHY menyampaikan Studium Generale di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor. Menurut AHY, peluang besar yang dimiliki Indonesia justru berpotensi menjadi tantangan jika bonus demografi tersebut tidak diikuti dengan kualitas.
Eks Menteri ATR/BPN itu menjelaskan bahwa Indonesia saat ini memiliki berbagai modal pembangunan yang sangat besar. Mulai dari posisi geografis yang strategis, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, hingga jumlah penduduk usia produktif yang terus meningkat.
AHY menilai pembangunan sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama bangsa. Pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tapi juga harus mampu membentuk karakter, integritas, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap kepentingan publik.
Oleh karena itu, kompetensi dan integritas tidak boleh dipisahkan. AHY menegaskan kecerdasan tanpa karakter dapat melahirkan penyalahgunaan kewenangan.
Sebaliknya, jika kompetensi bertemu dengan integritas, maka melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. “Jangan sampai kita menghasilkan orang-orang yang pintar, tetapi kehilangan karakter. Itu berbahaya bagi masa depan bangsa," sebut AHY.

Ilustrasi sumber daya manusia (SDM). Foto: MI/Ramdani.
Dalam kesempatan tersebut, AHY juga mengapresiasi model pendidikan IPDN yang tidak hanya menekankan aspek akademik. IPDN juga dinilai membentuk disiplin, karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian.
Menurut dia, keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan karakter yang kuat merupakan bekal penting bagi para Praja yang kelak akan menjadi aparatur negara dan pemimpin daerah.
AHY mengingatkan Indonesia sedang memasuki periode yang sangat menentukan. Generasi muda yang ada hari ini akan menjadi pengambil keputusan pada masa depan.
Mereka akan menentukan bagaimana sumber daya alam dikelola, implementasi pembangunan, mewujudkan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu, kualitas manusia akan menjadi faktor yang paling menentukan keberhasilan Indonesia.
“Pada akhirnya, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang kita miliki. Masa depan Indonesia ditentukan oleh siapa yang mengelolanya," ujar AHY.
Menutup pemaparannya, AHY mengajak para Praja untuk terus membangun kapasitas diri sekaligus menjaga integritas. Menurut dia, Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga kejujuran dan menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.