AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Armada Kapal Bayangan Iran

Amerika Serikat dan Iran masih terus dalam perseteruan memanas. Foto: Anadolu

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Armada Kapal Bayangan Iran

Muhammad Reyhansyah • 26 February 2026 19:44

Washington: Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan putaran baru sanksi terhadap Iran pada Rabu, 25 Februari 2026.

Sanksi itu menargetkan shadow fleet atau armada kapal bayangan serta jaringan pengadaan senjata negara tersebut.

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 27 Februari 2026, Departemen Keuangan AS melalui Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) menyatakan telah menjatuhkan sanksi terhadap lebih dari 30 individu, entitas, dan kapal yang disebut “memfasilitasi penjualan minyak ilegal Iran serta produksi rudal balistik dan senjata konvensional canggih.”

Baca Juga :

Wapres AS Tegaskan Iran Tak Akan Diizinkan Miliki Senjata Nuklir

Langkah ini menyasar kapal-kapal tambahan yang beroperasi dalam jaringan “shadow fleet” Iran, sebuah jaringan kapal tanker dan perantara yang digunakan untuk mengangkut minyak mentah dan produk minyak Iran ke pasar luar negeri secara terselubung.

Menurut Kementerian Keuangan, pendapatan dari penjualan tersebut digunakan untuk membiayai represi domestik, mendukung kelompok proksi bersenjata, serta mengembangkan program persenjataan.

Sanksi juga diarahkan pada jaringan pengadaan yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan Kementerian Pertahanan serta Logistik Angkatan Bersenjata Iran (MODAFL). 

Pemerintah AS menuduh jaringan tersebut membantu memperoleh bahan kimia prekursor, mesin sensitif, dan material lain yang diperlukan untuk membangun kembali kapasitas produksi rudal balistik Iran dan memperluas program senjata konvensional canggihnya.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan Iran memanfaatkan sistem keuangan untuk menjual minyak ilegal, mencuci hasil penjualan, memperoleh komponen bagi program nuklir dan senjata konvensional, serta mendukung kelompok yang disebutnya sebagai proksi teroris.

Departemen Keuangan menegaskan akan terus menerapkan kebijakan “tekanan maksimum” terhadap Iran, dengan tujuan membatasi kemampuan persenjataan rezim tersebut dan dukungannya terhadap kelompok bersenjata di kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)