Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Foto: dok OJK.
OJK Sebut 'Kredit Nganggur' Jadi Fenomena Wajar di Siklus Perbankan
Husen Miftahudin • 26 February 2026 15:21
Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menilai fenomena undisbursed loan atau dana kredit menganggur yang banyak tercatat di bank swasta merupakan hal yang lazim dalam siklus bisnis perbankan.
Menurut dia, kondisi tersebut kerap terjadi secara berulang dari tahun ke tahun. Sebab, debitur yang telah menandatangani fasilitas kredit biasanya sudah memiliki rencana ekspansi. Namun, realisasi penarikan dana masih bergantung pada perhitungan bisnis serta pembacaan terhadap situasi ekonomi.
"Ya kalau melihat itu sih kalau saya lihat itu kan sesuatu yang memang normal ya dari tahun-tahun. Mereka itu yang namanya pebisnis itu akan melihat peluang kan gitu," ucap Dian usai acara The 2nd Indonesia Climate Banking Forum di Jakarta, mengutip Antara, Kamis, 26 Februari 2026.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), jumlah undisbursed loan tercatat mencapai Rp2.506,47 triliun per Januari 2026. Lebih jauh Dian menjelaskan, keputusan penarikan kredit sebenarnya sangat dipengaruhi oleh iklim usaha, prospek investasi, serta dinamika global dan domestik.
Karena itu, jelas dia, besarnya undisbursed loan tidak serta-merta mencerminkan lemahnya permintaan kredit, melainkan bagian dari strategi bisnis debitur dalam mengelola ekspansi.
| Baca juga: Airlangga Dorong Perbankan Segera Kucurkan Rp2.300 Triliun Kredit Nganggur |
.jpg)
(Ilustrasi logo OJK. Foto: dok MI)
Penyaluran kredit sudah meningkat
Dian menyampaikan OJK mencatat peningkatan kredit yang cukup signifikan pada bulan lalu, terutama pada segmen korporasi.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 9,96 persen secara tahunan (yoy) pada Januari 2026. Sementara pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 13,5 persen (yoy).
Adapun untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Dian menilai masih diperlukan dorongan lanjutan agar pertumbuhannya lebih optimal.
"Jadi, memang kita melihat ya bulan yang lalu itu peningkatan cukup signifikan terutama di corporate juga. Yang namanya UMKM masih harus kita usahakan terus ya. Tetapi ini tentu bukan sesuatu yang mustahil," kata dia.
Ke depan, otoritas berharap perbaikan kondisi global dan domestik dapat mendorong penyaluran kredit menjadi lebih ekspansif. Sejumlah strategi yang telah disiapkan regulator diharapkan mulai memberikan dampak dalam beberapa bulan mendatang.