Pemkab Situbondo Uji Sampel Makanan di Pasar Takjil Ramadan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memantau petugas puskesmas dan labkesda melakukan pemeriksaan makanan di pasar takjil Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Pemkab Situbondo Uji Sampel Makanan di Pasar Takjil Ramadan

Silvana Febiari • 27 February 2026 23:12

Banyuwangi: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo, Jawa Timur, melalui puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah (labkesda) setempat aktif melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium makanan dan minuman di pasar takjil Ramadan.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah menginstruksikan seluruh dinas terkait, puskesmas, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah serta memantau keamanan makanan di pasar-pasar takjil.

"Ini sudah menjadi SOP dan kami telah instruksikan seluruh puskesmas rutin memeriksa makanan yang ada di pasar takjil di wilayah kerja masing-masing, agar makanan dan minuman yang dijual aman dari bahan-bahan berbahaya," kata Bupati Ipuk saat memantau pasar takjil di Kecamatan Purwoharjo, seperti dilansir Antara, Jumat, 27 Februari 2026. 
 


Ia menyampaikan, seluruh puskesmas dan labkesda aktif memeriksa makanan di pasar takjil. Tujuannya untuk memastikan produk yang dijual bebas dari bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat.

Saat ini terdapat 60 titik pasar takjil Ramadan di seluruh kecamatan se-Banyuwangi. Kegiatan ini melibatkan sekitar 2.245 pedagang.

"Kami mengimbau pelaku kuliner hanya menggunakan bahan baku yang aman dan sehat. Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, pasti konsumen akan loyal dan akan datang untuk membeli kembali. Tentu ini membantu usaha mereka langgeng," tuturnya.


Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat memantau petugas puskesmas dan labkesda melakukan pemeriksaan makanan di pasar takjil Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur. Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi


Kepala Puskesmas Purwoharjo dr. Sri Istyantini menyampaikan bahwa tim laboratorium Puskesmas Purwoharjo yang terdiri atas tenaga ahli gizi, analis kesehatan, serta petugas promosi kesehatan tersebut menguji sampel produk makanan. Sampel diambil secara acak dari sejumlah pedagang di pasar takjil.

"Hari ini tim sudah mengambil 10 sampel makanan dan minuman yang langsung diuji di lokasi," katanya.

Menurut Sri, tim secara teliti menguji satu per satu sampel makanan yang telah dikumpulkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan makanan tersebut bebas dari bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, dan rodamin B, sehingga layak dan aman dikonsumsi.

"Kami juga mengedukasi kepada pedagang agar menggunakan bahan pangan yang aman," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)