Sampah organik dari UMKM kawasan Pantai Bagek Kembar dan warga sekitar dipilah dan diolah, termasuk melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF). Foto: Dok PLN EPI
Budi Daya Maggot Ubah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi
Eko Nordiansyah • 22 September 2026 20:17
Mataram: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak usahanya, PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg), meresmikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. TPS3R ini untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat di sekitar proyek gasifikasi PLTMGU Lombok Peaker.
Melalui fasilitas ini, sampah organik dari UMKM kawasan Pantai Bagek Kembar dan warga sekitar dipilah dan diolah, termasuk melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF). Pemberdayaan ini dilakukan guna mengurangi timbulan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Pembangunan TPS3R merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN EPI untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, mulai dari pemilahan di sumber hingga pemanfaatannya menjadi produk bernilai guna.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarawati mengatakan pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan masyarakat agar manfaat lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi.
“Persoalan sampah ini menjadi masalah kita semua. Karena itu, kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong bagaimana masyarakat bersama-sama mengelola sampah sehingga manfaatnya bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Erma dalam keterangan tertulis, Selasa, 22 September 2026.
Menurut Erma, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN EPI menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan infrastruktur energi. Ia berharap multiplier effect-nya tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga ada pemberdayaan lainnya.
“Kita ingin kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat ini semakin erat, termasuk melalui program-program pelatihan dan kerja sama yang dapat terus ditingkatkan,” ujar dia.

(Ilustrasi maggot. Foto: Dok istimewa)
Dukung pengolahan sampah di 3 kelurahan
Camat Sekarbela Arief Satriawan mengatakan TPS3R menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pengelolaan sampah sekaligus akan melayani tiga kelurahan di Kecamatan Sekarbela. Menurut Arief, sampah yang masuk ke TPS3R akan terlebih dahulu dipilah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya.“Sekarang ini pengolahan sampah memang menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Sampah yang dibawa ke sini lebih dulu dipilah. InsyaAllah ini akan sangat bermanfaat,” ujar dia.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, TPS3R tidak hanya menjadi infrastruktur pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, sampah perlu dipandang sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan memberikan manfaat.
“Kita berharap fasilitas ini menjadi bagian dari perubahan perilaku dan budaya masyarakat dalam memperlakukan sampah. Bantuan yang paling berarti adalah bantuan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ujar dia.
Sebagai bagian dari pengembangan TPS3R, PLN EPI juga mendorong pemanfaatan sampah organik dari UMKM Pantai Bagek Kembar dan rumah tangga sekitar melalui budi daya maggot Black Soldier Fly (BSF). PLN EPI memberikan pelatihan kepada kelompok masyarakat agar sampah organik dapat diolah menjadi pakan maggot sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
Ketua Kelompok Bale Maggot Muhammad Ridwan mengatakan pelatihan tersebut membantu masyarakat memahami pemanfaatan sampah organik melalui budi daya maggot.
“Melalui pelatihan ini kami belajar bagaimana sampah organik yang sebelumnya hanya dibuang dapat dimanfaatkan untuk budi daya maggot. Harapannya kegiatan ini bisa terus berkembang sehingga selain membantu mengurangi sampah, juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok dan masyarakat,” kata Ridwan.
Penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat
Pada kesempatan yang sama, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN EPI turut menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Bantuan berupa paket sembako diberikan kepada 30 kepala keluarga (KK) warga lanjut usia di Kelurahan Tanjung Karang Permai, sementara bantuan pendidikan diberikan kepada 30 anak yatim dari Yayasan Asuhan Keluarga Al Abror.Bantuan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pegawai PLN EPI yang dikelola YBM PLN EPI untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Integrasi TPS3R dan budi daya maggot BSF menjadi bagian dari pengembangan ekonomi sirkular di Bagek Kembar, dengan mengubah sampah organik menjadi sumber daya produktif sekaligus mendukung kawasan wisata pesisir yang lebih bersih dan berkelanjutan.