Ilustrasi Anadolu
Serangan Rusia di Laut Hitam Tewaskan Kapten Kapal Kargo Berbendera Asing
Muhammad Reyhansyah • 23 September 2026 19:11
Kyiv: Serangan Rusia terhadap sebuah kapal kargo berbendera Antigua dan Barbuda di Laut Hitam menewaskan kapten kapal tersebut.
"Serangan yang berlangsung pada malam hari itu memicu kebakaran di kapal. Api kemudian berhasil dipadamkan dan seluruh awak kapal dievakuasi," kata otoritas pelabuhan Ukraina, melalui Telegram, dikutip dari TRT World, Rabu 23 September 2026.
Gubernur wilayah Odesa, Oleh Kiper mengatakan, Rusia juga menyerang sejumlah gudang yang digunakan untuk menyimpan obat-obatan, barang kebutuhan rumah tangga, dan makanan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada Rabu bahwa pasukannya melancarkan serangan drone pada malam hari terhadap fasilitas pertahanan dan energi Ukraina, pusat logistik, serta kapal-kapal yang digunakan oleh militer.
Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Kyiv siap menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia jika Moskow bersedia melakukan hal yang sama. Ia menambahkan bahwa Ukraina dan Amerika Serikat sama-sama menginginkan perang berakhir sebelum musim dingin.
“Kami siap untuk segala bentuk gencatan senjata energi, jika Rusia bersedia tidak menyerang sistem energi kami,” kata Zelensky kepada wartawan di sela-sela Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York.
Namun, Zelensky mengaku belum mengetahui posisi Moskow. Ia berharap pihak Amerika Serikat dapat menemukan cara “untuk membawa mereka ke dalam bentuk negosiasi apa pun.”
Upaya yang dipimpin Washington untuk menjadi perantara kesepakatan guna mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung sejak Februari 2022 mengalami kebuntuan dalam beberapa bulan terakhir. Amerika Serikat disebut mengalihkan fokusnya pada perang dengan Iran.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia dan Ukraina juga meningkatkan serangan jarak jauh yang menyasar semakin banyak lokasi yang dilaporkan sebagai fasilitas sipil, termasuk pabrik, gudang, serta infrastruktur energi dan pelabuhan, selain kapal-kapal di Laut Hitam.
Presiden AS Donald Trump, yang bertemu Zelensky di New York pada Selasa, mengatakan pekan lalu bahwa Rusia dan Ukraina telah sepakat untuk tidak menyerang fasilitas energi satu sama lain. Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Trump mengecam Kyiv karena menyerang kilang minyak Rusia.