Danantara Gandeng Thales Garap AI hingga Keamanan Siber

Danantara Indonesia dan Thales menandatangani MoU untuk menjajaki peluang kerja sama dan investasi di bidang AI hingga keamanan siber. Foto: dok Danantara Indonesia.

Danantara Gandeng Thales Garap AI hingga Keamanan Siber

Husen Miftahudin • 24 September 2026 14:13

Jakarta: Danantara Indonesia dan Thales menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjajaki kerja sama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber. Kerja sama tersebut mencakup empat sektor strategis yang dinilai dapat mendukung pengembangan teknologi, inovasi, serta kapasitas industri Indonesia dalam jangka panjang.

Bagi Danantara Indonesia, sektor AI, pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber menjadi bagian dari teknologi strategis yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan kedaulatan nasional. Thales sendiri memiliki keahlian di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, serta solusi digital untuk lingkungan operasional yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi.

MoU tersebut menjadi kerangka awal kolaborasi strategis antara Danantara Indonesia dan Thales. Kerja sama ini membuka peluang penjajakan investasi di sejumlah bidang teknologi strategis di Indonesia.

Beberapa peluang yang akan dieksplorasi mencakup manufaktur teknologi pertahanan, fasilitas pemeliharaan dan layanan, sistem keamanan bandara, pengembangan aplikasi AI, pusat operasi keamanan siber, serta teknologi pascakuantum.

Kolaborasi tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam ekosistem Danantara Indonesia yang bergerak di sektor terkait. Investasi yang nantinya terealisasi diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengembangan layanan publik dan membuka peluang bagi masyarakat Indonesia.
 

 

Dorong transfer teknologi


Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei mengatakan Indonesia memiliki peluang untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi.

"Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan industri strategis berbasis teknologi yang akan membentuk masa depan perekonomian nasional," ungkap Ricardo dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2026.

"Sebagai investor jangka panjang, Danantara Indonesia meyakini investasi pada teknologi maju, kapabilitas digital, keamanan siber, dan infrastruktur kritikal akan membantu mempercepat transfer teknologi, menciptakan lapangan kerja berkeahlian tinggi, memperkuat kemampuan industri dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan berkualitas," tambah dia menjelaskan.

OJK Dorong Keamanan Siber Jadi Investasi Strategis Industri Keuangan Digital

(Ilustrasi, keamanan siber. Foto: Istimewa)

 

Dukung industri lokal


Senior Vice President Asia and Latin America Thales Group Guy Bonassi mengatakan kerja sama dengan Danantara menjadi langkah awal perusahaan untuk terlibat dalam sektor teknologi strategis di Indonesia.

"Kami merasa terhormat dipilih oleh Danantara Indonesia untuk berkontribusi pada proyek-proyek ambisius yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal. Berbekal hampir 50 tahun kehadiran di Indonesia, Thales menghadirkan teknologi yang mendukung kedaulatan serta ketahanan ekonomi nasional," ungkap dia.

Danantara Indonesia dan Thales menegaskan MoU tersebut masih menjadi kerangka kerja awal. Setiap rencana investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut serta mengikuti ketentuan tata kelola yang berlaku.

Realisasi kerja sama juga akan bergantung pada kesepakatan definitif yang nantinya disusun dan disepakati oleh kedua pihak.

(Husen Miftahudin)