Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
IHSG Menguat ke Level 6.446
Eko Nordiansyah • 21 September 2026 09:26
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 21 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.446,896.
IHSG dibuka menguat 5,74 poin atau 0,09 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,49 poin atau 0,08 persen ke posisi 640,74.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG justru melemah sebanyak 17,146 poin setara 0,27 persen ke level 6.424,013. IHSG berada di level tertinggi 6.451 dan terendah di 6.408.
Sebanyak 278 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 243 saham emiten lainnya melemah, dan 194 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,680 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,257 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.263,322 triliun.

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
IHSG diperkirakan masih tertekan
Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan akhir pekan lalu, 18 September 2026, IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33 persen ke level 6.441,16. IHSG melanjutkan pelemahan seiring masih minimnya katalis positif di market.Setelah The Fed menaikkan suku bunga, Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BoJ) ikut menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 1,25 persen pada Jumat, 18 September 2026, sesuai ekspektasi dan menandai level tertinggi sejak 1995. Hal ini mendorong capital outflow dari emerging market termasuk Indonesia.
Dari dalam negeri, Kementerian Keuangan Indonesia mencatat bahwa defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap PDB.
Sementara itu, Wall Street akhir pekan lalu ditutup variatif, tercermin dari indeks Dow Jones turun 0,18 persen, sedangkan S&P 500 meningkat 0,17 persen, dan Nasdaq menguat 0,39 persen.
Yield Treasury AS 10 tahun kembali meningkat seiring ketidakpastian yang masih tinggi terkait pasokan minyak dari Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan gas alam.
Ancaman inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga energi turut memengaruhi inflasi inti konsumen, sehingga mendorong The Federal Reserve (Fed) menaikkan suku bunga pada pekan ini. Mayoritas anggota FOMC juga melihat adanya kebutuhan untuk kembali menaikkan suku bunga.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring terus berlanjutnya aksi jual investor asing di pasar saham domestik,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.