Ilustrasi. Foto: Dok MI
Rupiah Dibuka ke Rp17.791/USD Senin Pagi
Eko Nordiansyah • 21 September 2026 09:10
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan di pagi ini mengalami pelemahan. Rupiah melemah imbas tekanan dari faktor ketidakpastian global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Mengutip data Bloomberg, Senin, 21 September 2026, rupih berada di level Rp17.791 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 33 poin atau setara 0,19 persen dari Rp17.758 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.740 per USD. Rupiah bergerak menguat tipis dari Rp17.748 per USD pada pembukaan perdagangan Jumat pekan lalu.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif cenderung melemah
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah. Mata uang rupiah diproyeksi melemah di rentang Rp17.750-Rp17.800 per USD.Ibrahim mengatakan salah satu sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah adalah perkembangan geopolitik. Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar, dengan dinamika yang bergeser dari Selat Hormuz menuju Laut Merah dan Selat Al-Mandeb.
"Kedua adalah kebijakan politik di Amerika pasca menantikan pemilu sela di bulan November. Kemudian, kebijakan Bank Sentral Amerika," ujar Ibrahim
Di dalam negeri, faktor yang mempengaruhi gerak rupiah adalah kondisi fiskal pemerintah. Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Agustus 2026 tetap terjaga di level 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Secara keseluruhan tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85 persen dari PDB (atau setara Rp734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68 persen PDB," ungkap Ibrahim.