Ilustrasi Wall Street. Foto: Xinhua
Kontrak Berjangka Wall Street Naik Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping
Eko Nordiansyah • 21 September 2026 08:18
New York: Kontrak berjangka indeks saham AS naik pada Minggu malam, 20 September 2026, di tengah optimisme terkait rencana pertemuan puncak (KTT) antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung di Washington pekan ini.
Namun, kenaikan pada kontrak berjangka tersebut tertahan oleh sikap hati-hati terkait potensi eskalasi konflik di Timur Tengah menyusul serangan-serangan lanjutan selama akhir pekan.
Dikutip dari Investing, Senin, 21 September 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,25 persen ke level 7.732,0 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,33 persen ke level 30.015,75 poin, dan kontrak berjangka Dow Jones naik 0,23 persen ke level 52.199,0 poin.
Kontrak berjangka menguat setelah sesi perdagangan hari Jumat yang cukup positif di Wall Street, di mana saham-saham teknologi, khususnya produsen cip, berhasil memulihkan sebagian nilainya setelah mencatatkan penurunan tajam pada awal pekan lalu.
Laporan Wall Street Journal selama akhir pekan mengungkapkan bahwa perusahaan raksasa kecerdasan buatan (AI), Anthropic, telah menunda rencana penawaran umum perdana (IPO) mereka dari bulan Oktober ke bulan November.
Penundaan ini diperkirakan akan memberikan waktu bagi perusahaan untuk memaparkan laporan keuangan kuartal ketiga, yang diprediksi akan menunjukkan ketahanan kinerja di tengah meningkatnya persaingan dari rivalnya, OpenAI.
Laporan sebelumnya menyebutkan Anthropic menargetkan valuasi sebesar USD2 triliun. Secara terpisah, Reuters melaporkan pada Minggu, perusahaan tersebut akan meluncurkan model baru, yang kemungkinan akan bersaing dengan model Astra milik OpenAI, sebelum pelaksanaan IPO.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Xinhua)
Pasar menanti pertemuan puncak Trump-Xi Jinping
Pasar merespons positif langkah pejabat AS memulai pembicaraan perdagangan dengan Tiongkok sebelum pertemuan puncak antara kedua negara yang dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini.Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan pada hari Minggu bahwa ia akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng di New York City sebelum pertemuan puncak tersebut, sekaligus membangun suasana positif bagi dialog yang akan datang.
Trump dan Xi dijadwalkan bertemu di Washington pada hari Kamis; ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama Presiden Tiongkok tersebut selama masa jabatan kedua Trump. Presiden AS sebelumnya telah mengunjungi Beijing pada awal tahun ini.
Pertemuan puncak ini berlangsung di tengah hubungan perdagangan yang masih tegang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Trump dan Xi juga dijadwalkan membahas perkembangan serta regulasi kecerdasan buatan (AI) dalam pembicaraan mereka pekan ini.
Tarif perdagangan yang diterapkan Washington terhadap China juga diperkirakan akan menjadi topik pembahasan utama, mengingat gencatan senjata perdagangan antara kedua negara akan berakhir pada awal November.
Gejolak geopolitik di Timur Tengah
AS dan Iran saling melontarkan ancaman selama akhir pekan setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, meningkatkan serangan mereka terhadap Arab Saudi.Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi dan politik yang berat jika tidak menyepakati perjanjian dengan Washington, sementara Teheran memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari AS akan dibalas dengan tindakan balasan yang berkelanjutan.
Ancaman tersebut muncul setelah kelompok Houthi melancarkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke Riyadh selama akhir pekan, seiring dengan terus dilakukannya serangan oleh kelompok tersebut terhadap Arab Saudi dan jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb. Harga minyak bergerak fluktuatif pada Minggu malam menyusul serangan-serangan baru tersebut.