PAM Jaya Arief Nasrudin dan Direktur Utama PT Media Televisi Indonesia (Metro TV) Arief Suditomo menandatangani MoU publikasi. Foto: MI/Mohamad Farhan Zuhri.
PAM Jaya Gandeng Metro TV Perkuat Publikasi Proyek Air Bersih Jakarta
Mohamad Farhan Zhuhri • 9 January 2026 16:16
Jakarta: Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin menegaskan pentingnya penguatan publikasi kerja-kerja penyediaan air bersih di Jakarta. Hal itu dilakukan seiring masifnya pembangunan jaringan perpipaan.
Hal itu disampaikan Arief usai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) PAM Jaya dengan Metro TV, awal Januari 2026. “MoU ini untuk memastikan kerja-kerja PAM Jaya dalam menyuplai air dan membangun pipanisasi di Jakarta terekspos dan tersosialisasi dengan baik ke masyarakat,” ujar Arief di kantor PAM Jaya, Jakarta Pusat, Jumat, 9 Januari 2026.
Menurut dia, target Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menuntaskan layanan air perpipaan 100% pada 2029 menuntut percepatan pembangunan jaringan. Konsekuensi yang tak terelakkan harus melakukan penggalian di bahu dan pinggir jalan yang berpotensi mengganggu lalu lintas serta aktivitas warga.
“Tidak ada pilihan lain selain membangun pipanisasi di ruang publik. Ini pasti berdampak, dan karena itu masyarakat perlu tahu apa yang sedang dan akan kami kerjakan,” ungkap Arief.
“Itu bukan pekerjaan mudah. Saya bangga dengan tim PAM Jaya yang bekerja 24 jam tanpa henti. Air adalah kebutuhan dasar, tidak bisa menunggu,” sebut Arief.
Ia juga menyoroti masih adanya miskomunikasi di tengah masyarakat terkait proyek galian pipa. Karena itu, PAM Jaya menggandeng Metro TV serta berkoordinasi dengan Dishub dan Diskominfotik DKI Jakarta untuk menyampaikan informasi secara masif sejak awal.
“Pemprov meminta kami bekerja bersama. Jakarta tidak mungkin menjadi kota global kalau masih ada warga membeli air jeriken dengan harga mahal,” ujar Arief.

MoU PAM Jaya dan Metro TV. Foto: Metro TV/Rona.
Saat ini, cakupan layanan PAM Jaya telah mencapai 80,5%. Namun masih tersisa sekitar 700 ribu hingga 800 ribu sambungan rumah yang harus diselesaikan, termasuk di wilayah Jakarta Utara seperti Marunda, Cilincing, Rorotan, dan Bambu Kuning.
“Better late than never. Yang penting sekarang kami kerjakan dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta,” pungkas Arief.