Paramiliter RSF kerap lakukan serangan di wilayah Sudan. Foto: Anadolu
13 Orang Tewas dalam Serangan Drone di Permukiman Sipil Kordofan Utara
Muhammad Reyhansyah • 7 January 2026 12:22
Kordofan: Sedikitnya 13 warga sipil, termasuk anak-anak, tewas akibat serangan drone yang menghantam kawasan permukiman di Sudan, Selasa, 6 Januari 2026 menurut sumber medis.
Serangan tersebut menghantam sebuah rumah di lingkungan Al-Jallabiya, Kota El-Obeid, ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara, di tengah pertempuran sengit yang masih berlangsung antara militer Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
Mengutip Yeni Safak, Rabu, 7 Januari 2026, Jaringan Dokter Sudan menyatakan sembilan dari korban tewas berasal dari satu keluarga yang sama dan mengecam serangan tersebut sebagai sebuah “pembantaian.” Organisasi itu menegaskan wilayah yang diserang merupakan kawasan sipil murni tanpa kehadiran militer.
Kelompok tersebut menuduh RSF telah melakukan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional” dengan secara sengaja menargetkan warga sipil tak bersenjata.
Mereka menyebut insiden itu sebagai “kejahatan perang sepenuhnya” dan mendesak komunitas internasional serta badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memberikan tekanan kepada RSF agar menghentikan serangan semacam itu.
Tiga negara bagian di wilayah Kordofan telah menjadi medan pertempuran utama dalam perang saudara Sudan, yang menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi. Konflik yang pecah pada April 2023 antara angkatan bersenjata nasional dan RSF itu telah menewaskan ribuan orang dan memicu salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.
Saat ini, RSF menguasai lima negara bagian di kawasan Darfur, sementara militer Sudan mengendalikan sebagian besar wilayah lainnya, termasuk ibu kota Khartoum.
Serangan terbaru ini kembali menyoroti dampak brutal perang terhadap warga sipil serta runtuhnya norma-norma dasar kemanusiaan.
Insiden tersebut menjadi pengingat mendesak bagi komunitas internasional akan perlunya dorongan diplomatik yang lebih kuat untuk mencapai gencatan senjata dan memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan, di tengah meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil di Sudan.