Wamendikti: Vaksin Dengue mRNA RI-Tiongkok Bukti Komitmen Majukan Riset

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Stella Christie. Foto: Antara.

Wamendikti: Vaksin Dengue mRNA RI-Tiongkok Bukti Komitmen Majukan Riset

Anggi Tondi Martaon • 8 July 2026 23:55

Jakarta: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Stella Christie menyambut baik kolaborasi Universitas Indonesia dan Tsinghua University dalam pengembangan vaksin dengue berbasis mRNA. Kolaborasi itu dinilai bukti komitmen pemerintah untuk memajukan bangsa melalui sains dan teknologi.

Stella mengatakan di Jakarta, Rabu, bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto institusinya menjadi kementerian tersendiri yang fokus pada sains dan teknologi, merespons tren global. Menurut dia, negara-negara yang kuat memacu riset dan pengembangannya melalui perguruan tinggi. 

"Kami punya banyak harapan, dan kami mendukung keputusan Presiden Prabowo untuk membuat Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, agar lanskap sains dan teknologi di Indonesia benar-benar berubah. Usaha seperti inilah yang menunjukkan hasil dalam waktu pendek, satu setengah tahun," kata Stella dikutip dari Antara, Rabu, 8 Juli 2026.

Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo menghadiri dua konferensi Indonesia bertema sains dan teknologi. Menurut Stella, hal itu menunjukkan komitmen Kepala Negara memajukan bangsa lewat sains dan teknologi.

Selain itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga responsif dan terbuka untuk belajar dari ilmuwan mengenai data guna menguatkan sistem kesehatan nasional. "Sekarang saya di posisi Wakil Menteri sendiri, saya mengapresiasi Menteri Budi atas perhatiannya untuk data dan sains. Jadi yang kita lihat hari ini adalah benar-benar sebuah pencapaian," ungkap Stella.

Stella menjelaskan bahwa Tsinghua University sangat selektif dalam memilih mitra untuk berkolaborasi. Sehingga, kerja sama dengan UI dinilai sesuatu hal yang signifikan.

Sejak 2023, kerja sama vaksin tersebut sudah dimulai. Stella menyampaikan dirinya berupaya menjembatani kebutuhan kedua sisi, yakni Tsinghua University tempatnya mengajar dan Indonesia negaranya.

"Ini adalah platform yang menakjubkan. Dan saya percaya bahwa ini akan benar-benar mengubah lanskap kesehatan yang didukung data, sains, dan teknologi," sebut Stella.

Ilustrasi vaksin. Foto: Metrotvnews.com.

Dia juga mengapresiasi Etana yang mendukung kolaborasi tersebut sejak awal diinisiasi. Sebagai Wamendikti, dia menekankan pentingnya kehadiran industri untuk mendorong riset menjadi produk jadi.

Di Tsinghua University, kata Stella, sekitar 40-60 persen dana risetnya berasal dari industri. Dia pun mendorong agar hal seperti itu bisa dicapai Indonesia melalui kolaborasi secara sistematis dengan industri.

"Ini komitmen dari Presiden, dan akan lebih banyak, banyak hal seperti ini yang akan datang," ujar Stella.

(Anggi Tondi)