Ilustasi musim kemarau. Foto: MI/Amirudin.
BPBD Bantul Catat 1.387 Jiwa Terdampak Kekeringan
Ahmad Mustaqim • 9 July 2026 19:57
Bantul: Ribuan warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terdampak kekeringan. Pemerintah daerah pun menggelontorkan bantuan air bersih untuk ratusan kepala keluarga (KK) yang membutuhkan.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyebutkan bantuan telah disalurkan kepada 306 KK atau setara 1.387 jiwa. Dari data yang dihimpun, Kecamatan Dlingo menjadi wilayah dengan dampak kekeringan paling parah.
"Bantuan air bersih yang sudah dikirimkan menjangkau Kelurahan Jatimulyo, Temuwuh, dan Terong di Kecamatan Dlingo; Kelurahan Seloharjo (Kecamatan Pundong); dan Kelurahan Guwosari (Kecamatan Pajangan)," kata Antoni, Kamis, 9 Juli 2026.
Dlingo menerima pasokan air terbanyak. Hingga awal Juli, BPBD bersama sejumlah mitra telah mengirimkan 85.000 liter air atau 17 tangki untuk warga di wilayah tersebut.
Baca Juga :
7 Kabupaten/Kota di Jabar Krisis Air Bersih
"Bantuan tersebut menjangkau sekitar 1.090 jiwa yang tersebar di tiga kalurahan," ujar Antoni.
Ia menambahkan, 15.000 liter air (tiga tangki) dikirim ke Seloharjo, Pundong; 10.000 liter ke Guwosari, Pajangan; dan 70.000 liter ke Jatimulyo.
"Selama periode 20 Juni sampai 6 Juli 2026 kami sudah mendistribusikan 110.000 liter air bersih atau sebanyak 22 tangki kepada masyarakat yang membutuhkan," kata Antoni, Kamis, 9 Juli 2026.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, BPBD Bantul telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan sejak 20 Juni 2026.

Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok