Ilustrasi. Foto: Anadolu.
Harga Minyak Naik Lebih dari 3% setelah Iran Serang Kapal Tanker Kuwait
Husen Miftahudin • 31 March 2026 08:13
Houston: Harga minyak dunia kembali naik tajam pada Selasa pagi setelah laporan menunjukkan Iran telah menyerang sebuah kapal tanker minyak yang bermuatan penuh di area pelabuhan Dubai. Sementara perang di Timur Tengah menunjukkan sedikit tanda-tanda mereda.
Mengutip Investing.com, Selasa, 31 Maret 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka sebagai standar untuk penetapan harga minyak di Amerika Serikat (AS) untuk masa mendatang, melonjak sebanyak 3,4 persen menjadi USD106,40 per barel.
Sementara harga minyak mentah Brent sebagai harga minyak untuk patokan internasional, naik sebanyak 1,98 persen menjadi USD115,01 per barel.
Laporan media Kuwait menyebutkan Iran menyerang sebuah kapal tanker minyak yang sedang berlabuh di pelabuhan Dubai, merusak kapal tersebut dan menyebabkan kebakaran. Kapal tersebut dalam keadaan bermuatan penuh ketika serangan terjadi.
Serangan itu terjadi setelah Iran menyerang target di Kuwait dan Arab Saudi, sementara Israel terus melancarkan serangannya terhadap Teheran. Berlanjutnya permusuhan semakin mengurangi prospek pembicaraan gencatan senjata antara Iran dan AS.
Para pejabat Iran sebagian besar menegaskan mereka belum terlibat dalam negosiasi langsung dengan AS sejak dimulainya perang, yang bertentangan dengan klaim dari Washington dimana pembicaraan upaya perdamaian berjalan dengan baik.
| Baca juga: Harga Minyak Dunia Lompat 2,2%, Brent Tembus USD115/Barel |
(1).jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Trump ancam serang infrastruktur energi Iran
AS terlihat mengerahkan ribuan pasukan ke Timur Tengah, dengan Presiden AS Donald Trump mengulangi ancamannya untuk menyerang infrastruktur energi dan berpotensi juga infrastruktur air negara tersebut.
Trump telah menetapkan tenggat waktu awal April bagi Iran untuk menyetujui gencatan senjata atau menghadapi serangan AS yang lebih banyak. Upaya untuk menengahi perdamaian terus berlanjut, dengan Pakistan menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan gencatan senjata regional di Islamabad.
Kelompok Houthi Yaman memasuki konflik pada akhir pekan, menyerang Israel dan memicu kekhawatiran akan munculnya front baru dalam perang, mengingat kemampuan kelompok tersebut untuk menyerang kapal-kapal yang melewati Laut Merah.
Serangan di Laut Merah dapat mengindikasikan lebih banyak gangguan pengiriman akibat konflik Iran, karena Teheran sebagian besar menutup Selat Hormuz, jalur bagi 20 persen minyak dunia.