7 Tradisi Unik Pasca Lebaran di Indonesia yang Masih Dilestarikan

Warga memadati lokasi garebek syawal di Keraton Yogyakarta. (MI/Ardi Tereisti)

7 Tradisi Unik Pasca Lebaran di Indonesia yang Masih Dilestarikan

Putri Purnama Sari • 23 March 2026 13:19

Jakarta: Hari Raya Idulfitri bukan hanya tentang kemenangan setelah sebulan berpuasa, tetapi juga menjadi momen mempererat hubungan sosial dan melestarikan budaya. 

Di berbagai daerah, masyarakat Indonesia memiliki tradisi unik yang dilakukan setelah Lebaran. Tradisi ini tidak hanya menarik, tetapi juga sarat makna kebersamaan, saling memaafkan, dan rasa syukur. 

Berikut beberapa tradisi pasca Lebaran yang masih dilestarikan hingga kini.

Ragam Tradisi Pasca Lebaran Idulfitri di Indonesia

1. Halal Bihalal

Salah satu tradisi paling populer setelah Lebaran adalah halal bihalal. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan:
  • Berkumpul bersama keluarga besar
  • Silaturahmi dengan tetangga atau rekan kerja
  • Saling bermaaf-maafan.
Halal bihalal menjadi simbol mempererat hubungan yang mungkin sempat renggang.
2. Tradisi Kupatan

Tradisi kupatan biasanya dilakukan sekitar satu minggu setelah Lebaran, bertepatan dengan berakhirnya puasa Syawal. Tradisi ini banyak dijumpai di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Masyarakat membuat ketupat dan membagikannya kepada tetangga sebagai simbol permohonan maaf, kebersamaan, dan kesucian setelah berpuasa.

3. Syawalan

Di beberapa daerah, masyarakat mengadakan acara Syawalan, yaitu perayaan setelah Idulfitri yang biasanya diisi dengan pengajian, makan bersama, dan hiburan rakyat. Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi dalam skala lebih besar.

4. Bodo Kupat

Di Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi Perang Topat yang melibatkan masyarakat Muslim dan Hindu. Dalam tradisi ini, warga saling melempar ketupat sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.

Ketupat yang telah dilempar biasanya akan diperebutkan kembali oleh warga karena dipercaya dapat membawa kesuburan bagi lahan pertanian.

5. Grebeg Syawal

Di Yogyakarta, masyarakat merayakan Lebaran dengan tradisi Grebeg Syawal yang digelar oleh Keraton Yogyakarta. Dalam tradisi ini, tujuh “gunungan” raksasa yang berisi hasil bumi dan makanan diarak dari keraton menuju area publik.

Setelah prosesi selesai, masyarakat akan berebut isi gunungan tersebut karena dipercaya membawa berkah dan keberuntungan.
 
6. Perang Topat

Di Nusa Tenggara Barat, terdapat tradisi Perang Topat yang melibatkan masyarakat Muslim dan Hindu. Dalam tradisi ini, warga saling melempar ketupat sebagai simbol kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.

Ketupat yang telah dilempar biasanya akan diperebutkan kembali oleh warga karena dipercaya dapat membawa kesuburan bagi lahan pertanian.

7. Open House Lebaran

Tradisi open house juga sangat umum dilakukan setelah Lebaran. Biasanya rumah dibuka untuk tamu, menyediakan makanan khas Lebaran, menjadi ajang silaturahmi. Tradisi ini banyak dilakukan oleh masyarakat hingga pejabat negara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)