Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Pekerja Lokal

Kepala Staf Kepresidean Muhammad Qodari. Foto: Istimewa.

Program Revitalisasi Sekolah Serap 238 Ribu Pekerja Lokal

Anggi Tondi Martaon • 25 March 2026 12:32

Jakarta: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Rapid) tak hanya memperbaiki sekolah. Program tersebut juga telah menyerap sebanyak 238.131 tenaga kerja lokal.
 
?"Secara keseluruhan tercatat 238.131 pekerja yang terlibat dalam program ini sebagai pekerja bangunan, mulai dari insinyur, pengawas proyek, dan tenaga pendukung lainnya," kata Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari dikutip dari Antara, Rabu, 25 Maret 2026.

Qodari menyampaikan data Kantor Staf Presiden (KSP) menunjukkan bahwa setiap satu proyek perbaikan sekolah rata-rata melibatkan sekitar 22 pekerja dari masyarakat setempat. Pelaksanaan renovasi fisik ini dilakukan secara swakelola langsung oleh pihak sekolah bersama orang tua murid.

Penerapan sistem swakelola pada tingkat satuan pendidikan ini membuka peluang kerja bagi tenaga bangunan, mandor, hingga penyedia jasa logistik. Qodari menjelaskan bahwa model pengerjaan tersebut memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga yang sebelumnya menganggur.

?Qodari menyebutkan salah satu warga bernama Saiful Anam yang merupakan seorang buruh bangunan di Karawang dan sempat menganggur selama tujuh bulan. Qodari menyebut Saiful kembali mendapatkan penghasilan melalui proyek pembangunan revitalisasi sekolah di SDN Karawang Kulon 3.

Selain penyerapan tenaga kerja konstruksi, Qodari menyampaikan program ini menggerakkan sekitar 58.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lokasi sekolah. Para pelaku usaha yang terlibat mencakup penyedia bahan bangunan lokal hingga pemilik warung makanan dan minuman.

?Qodari menyebutkan bahwa kehadiran para pekerja turut meningkatkan pendapatan pedagang kecil karena kebutuhan konsumsi harian terpenuhi di lingkungan proyek. Peningkatan aktivitas ekonomi ini juga berdampak pada sektor transportasi dan jasa alat perlengkapan di daerah.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari. Foto: Istimewa.

"Ini menjadi bukti bahwa pelaksanaan Rapid secara swakelola tidak hanya memperbaiki fasilitas pendidikan tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitarnya," katanya.

Hingga 11 Maret 2026, tercatat sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan fisik dari total target 16.167 satuan pendidikan yabg ditargetkan pada tahun 2025. Pemerintah memastikan sisa unit yang masih berproses akan segera menuntaskan pembangunan fisiknya.

Keberlanjutan program pada tahun 2026 yang menargetkan sekitar 71 ribu sekolah diproyeksikan akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah melalui konsumsi lokal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)