Doa Malam Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan Artinya

Ilustrasi Medcom.id

Doa Malam Nisfu Syaban: Arab, Latin, dan Artinya

Putri Purnama Sari • 19 January 2026 11:16

Jakarta: Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa dalam kalender Islam yang jatuh pada pertengahan bulan Syaban, tepatnya malam tanggal 15 Syaban.

Di tahun 2026, Nisfu Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026. Sementara itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026, tepat setelah waktu Magrib.

Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada malam ini, salah satunya dengan membaca doa malam Nisfu Syaban sebagai bentuk permohonan ampunan dan keberkahan kepada Allah SWT.

Apa Itu Malam Nisfu Syaban?

Nisfu Syaban berasal dari kata nisfu yang berarti pertengahan, dan Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Malam Nisfu Syaban dipercaya sebagai waktu diangkatnya catatan amal manusia dan dibukanya pintu ampunan seluas-luasnya oleh Allah SWT.

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa pada malam Nisfu Syaban, Allah SWT mengampuni dosa hamba-Nya kecuali mereka yang menyekutukan-Nya dan yang masih menyimpan permusuhan.
 

Keutamaan Malam Nisfu Syaban

Malam Nisfu Syaban memiliki sejumlah keutamaan, di antaranya:
  • Waktu dikabulkannya doa
  • Malam penuh ampunan dan rahmat
  • Momentum introspeksi dan taubat
  • Dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, zikir, dan membaca Al-Quran

Doa Malam Nisfu Syaban

Berikut bacaan doa malam Nisfu Syaban yang umum diamalkan oleh umat Islam.



Allahumma ya dzal manni wa la yumannu ‘alaika ya dzal jalali wal ikram, yq dzat thauli wal in‘am, la ilaha illa anta zhahral lajina wa jaral mustajirina, wa ma’manal kha’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi asyqiya’a au mahrumina au muqattarina ‘alayya fir rizqi, famhullahumma fi ummil kitabi syaqawati, wa hirmani waqtitara rizqi, waktubni ‘indaka su‘ada’a marzuqina muwaffaqina lil khairat. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fi kitabikal munzali ‘ala lisani nabiyyikal mursali “Yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu wa ‘indahu ummul kitab.” Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallama, walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
 
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. 

Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. 

Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’

Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” (Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, hal. 77-80)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)