Agung Sedayu GROUP Resmikan Masjid Al-Ikhlas di PANTAI INDAH KAPUK, Menag Dorong Peran Sosial dan Kemanusiaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar hadir dalam peresmian Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di kawasan Riverwalk Island PIK, pada Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Metrotvnews/Duta Erlangga)

Agung Sedayu GROUP Resmikan Masjid Al-Ikhlas di PANTAI INDAH KAPUK, Menag Dorong Peran Sosial dan Kemanusiaan

Duta Erlangga • 16 January 2026 23:45

Jakarta: Agung Sedayu Group (ASG) meresmikan Masjid Al-Ikhlas yang berlokasi di kawasan Riverwalk Island PIK, pada Kamis, 15 Januari 2026. Peresmian dihadiri oleh jajaran ASG serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Presiden Direktur Agung Sedayu Group (ASG) Nono Sampono secara resmi memperkenalkan Masjid Al-Ikhlas sebagai fasilitas ibadah terbaru di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK). Masjid ini menjadi masjid ketiga yang dibangun ASG di kawasan tersebut.

Nama "Al-Ikhlas" sendiri memiliki makna mendalam karena diinisiasi langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Kehadiran masjid ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan komitmen untuk membangun fondasi moral dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

"Kami menyadari kawasan yang maju tidak hanya dibangun dengan infrastruktur dan ekonomi yang kuat, tetapi juga fondasi moral dan spiritual yang kokoh," ujar Presiden Direktur ASG Nono Sampono dalam sambutannya, pada Kamis, 15 Januari 2026


Presiden Direktur ASG Nono Sampono. (Foto: Metrotvnews/Duta Erlangga)

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Hal tersebut disampaikan Menag saat peresmian Masjid Al-Ikhlas.

Menag Nasaruddin menjelaskan masjid sejatinya merupakan rumah kemanusiaan yang berfungsi untuk memperkuat dan memberdayakan masyarakat. Ia menekankan bahwa esensi masjid tidak hanya terbatas pada ritual ibadah semata.


Momen peresmian Masjid Al-Ikhlas. (Foto: Metrotvnews/Duta Erlangga)

“Masjid sejatinya bukan hanya sebagai tempat ibadah makhluk, tapi juga rumah kemanusiaan. Sebetulnya kalau untuk salat, kita tidak perlu masjid. Rumah kita pun juga adalah masjid,” ucap Menag.
 



Namun demikian, keberadaan masjid tetap memiliki makna penting dalam kehidupan sosial. Menag Nasaruddin menjelaskan bahwa masjid dibangun sebagai ruang bersama untuk mempererat persaudaraan dan meningkatkan kualitas kehidupan umat.


Masjid Al-Ikhlas. (Foto: Metrotvnews/Duta Erlangga)

“Tapi kenapa kita perlu masjid? Masjid itu dimaksudkan untuk memperkuat, memberdayakan masyarakat. Dan masjid itu bukan hanya memberdayakan masyarakat satu golongan saja,” katanya.

Ia berharap masjid dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan kemanusiaan yang inklusif, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang.


Masjid Al-Ikhlas. (Foto: Metrotvnews/Duta Erlangga)

Masjid Al-Ikhlas dibangun di atas lahan seluas 2.435 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 1.248 meter persegi. Dengan total biaya pembangunan sebesar Rp45 M, Masjid Al-Ikhlas mampu menampung sekitar 600 jemaah di area dalam, dan jumlah yang lebih besar jika memanfaatkan area luar pada saat salat Jumat.

Ditinjau dari sisi arsitektur, Masjid Al-Ikhlas mengusung konsep Islamic Classical Architecture yang terinspirasi dari kejayaan masa Ottoman dan Timur Tengah. Keindahan bangunan terpancar dari pilar-pilar elegan, ruang utama berbentuk lingkaran, kubah megah, serta dua menara yang menjulang tinggi sebagai simbol keislaman.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)