Pasangan Clinton Tolak Bersaksi dalam Penyelidikan Jaringan Jeffrey Epstein

Mantan presiden AS Bill Clinton bersama istrinya, Hillary Clinton. (Anadolu Agency)

Pasangan Clinton Tolak Bersaksi dalam Penyelidikan Jaringan Jeffrey Epstein

Willy Haryono • 14 January 2026 10:20

Washington: Mantan presiden Amerika Serikat Bill Clinton beserta istrinya, eks Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, secara resmi menolak memenuhi panggilan House Oversight Committee pada Selasa, 13 Januari. Penolakan tersebut terkait penyelidikan mendalam terhadap jaringan kejahatan seksual yang melibatkan mendiang miliarder Jeffrey Epstein.

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Komite James Comer, pasangan Clinton menyatakan surat panggilan tersebut tidak sah. Mereka menuding adanya standar ganda dalam proses penyelidikan, dengan alasan komite menerima pernyataan tertulis dari sejumlah pihak lain, namun tetap mewajibkan mereka hadir secara langsung. Clinton juga menilai langkah tersebut dirancang untuk menghukum lawan politik.

Menanggapi penolakan itu, Comer mengatakan komite akan segera memulai prosedur pidana penghinaan terhadap Kongres pada pekan depan. Ia menegaskan bahwa surat panggilan diterbitkan berdasarkan persetujuan bipartisan yang disetujui secara aklamasi oleh seluruh subkomite.

“Bill Clinton tidak hadir. Penting untuk dicatat bahwa panggilan ini diputuskan secara aklamasi oleh seluruh subkomite. Tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum,” ujar Comer, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menambahkan bahwa para penyintas kejahatan Epstein berhak memperoleh jawaban dan keadilan dari tokoh-tokoh yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan tersebut.

Penyelidikan ini bertujuan mengungkap jaringan perdagangan seks luas yang diduga melibatkan kalangan elit kekayaan dan politik global. Epstein ditemukan tewas di sel penjara New York pada 2019 saat menunggu persidangan, sementara rekannya Ghislaine Maxwell saat ini tengah menjalani hukuman penjara.

Kasus ini tetap menjadi isu politik yang sangat sensitif di Amerika Serikat. Sejumlah anggota parlemen dan aktivis terus mendesak transparansi penuh terkait siapa saja yang memfasilitasi kejahatan Epstein.

Selain Clinton, hubungan masa lalu Presiden AS Donald Trump dengan Epstein juga kembali menjadi sorotan, meskipun Trump berulang kali membantah keterlibatan dalam tindakan ilegal apa pun.

Publik kini menuntut pembukaan dokumen resmi secara luas untuk mengungkap sejauh mana keterkaitan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia bisnis dan politik dengan Epstein. Komite menilai penolakan pasangan Clinton untuk bersaksi sebagai hambatan signifikan dalam upaya mengungkap kebenaran di balik skandal yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Lebih dari Sejuta Dokumen Baru Terkait Kasus Epstein Berhasil Ditemukan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)