Banjir Luapan Bengawan Solo, 11 Sekolah di Lamongan Terpaksa Diliburkan

Siswa korban banjir luapan Bengawan Solo di Lamongan, Jawa Timur. Metro TV

Banjir Luapan Bengawan Solo, 11 Sekolah di Lamongan Terpaksa Diliburkan

Sholihul Huda • 13 January 2026 12:53

Lamongan: Banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus meluas. Kondisi ini dipengaruhi intensitas hujan tinggi dan fenomena air laut pasang.

Banjir tidak hanya merendam ribuan rumah warga di 27 desa yang tersebar di lima kecamatan, tetapi juga sejumlah fasilitas umum. Data Pusdalops BPBD Kabupaten Lamongan mencatat sebanyak 11 lembaga pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, terendam air.

“Kami akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan Lamongan, menyiapkan fasilitas perahu untuk digunakan siswa pulang pergi sekolah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Moch. Na'im, Selasa, 13 Januari 2026.
 


Di lapangan, kondisi sekolah terdampak kian parah. Mahfudl, Kepala SDN Turi, mengatakan banjir di sekolahnya terus menunjukkan tren kenaikan. "Kini, hampir seluruh ruangan kelas terendam air sehingga sekolah memilih untuk pembelajaran di rumah melalui daring," ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan ini diambil demi keselamatan siswa. "Ini dilakukan demi keselamatan para siswa, karena air banjir tinggi begitu juga kondisinya licin, berbahaya buat anak-anak," jelas Mahfudl.

Meski sebagian besar beralih ke pembelajaran daring, beberapa sekolah lain tetap melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka di lokasi. Siswa yang rumahnya tidak terlalu terendam atau memiliki akses alternatif, terpaksa menerjang banjir atau bahkan berangkat ke sekolah menggunakan perahu.

Situasi ini menunjukkan kompleksitas dampak banjir yang tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga mengancam kelancaran proses pendidikan di wilayah terdampak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)