Kepala Suku Dinas Perhubungan Rudy Saptari Sulesuryana didampingi Kasiops Sudin Perhubungan Jakut Yulza Ramadhoni melakukan pembatasan terhadap kendaraan yang akan melintas di Jalan Gurun Sahari, Mangga Dua, Kecamatan Pademangan Jakarta Utara yang terenda
Waspada Banjir Jakut, Pengendara Diminta Patuh Arahan Petugas
Fachri Audhia Hafiez • 18 January 2026 15:51
Jakarta: Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara (Jakut) mengerahkan puluhan petugas lapangan untuk mengatur arus lalu lintas di sejumlah titik yang terendam banjir. Langkah ini dilakukan guna mengarahkan pengendara ke jalur alternatif agar tidak terjebak genangan air yang berisiko membuat mesin kendaraan mati atau mogok.
“Kami sudah sebar petugas ke jalan-jalan yang banjir di Jakarta Utara,” kata Kepala Suku Dinas Perhubungan Kota Jakut, Rudy Saptari Sulesuryana, di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 18 Januari 2026.
Rudy menjelaskan bahwa petugas di lapangan akan mengambil tindakan tegas dengan menghentikan pengendara sepeda motor jika ketinggian air di ruas jalan sudah melebihi 20 sentimeter. Sementara, kendaraan roda empat atau mobil akan diminta untuk memutar balik apabila genangan air mencapai ketinggian lebih dari 50 sentimeter.
“Kami harap pengendara tidak memaksakan lewati jalan yang sekiranya sudah tidak bisa dilalui oleh petugas. Patuhi arahan petugas dan rambu lalu lintas di sekitarnya,” kata Rudy.
Pengalihan arus lalu lintas ini disebut masih bersifat situasional dengan memantau kondisi terkini di setiap lokasi banjir. Petugas akan terus berjaga untuk memastikan keamanan para pengguna jalan.
“Petugas akan mengarahkan pengendara sepeda motor atau mobil bila ketinggian banjir tidak dapat dilewati,” tegas Rudy.

Ilustrasi banjir. Foto: Dok. Metro TV.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Jakut terus berupaya mempercepat penurunan tinggi muka air dengan memaksimalkan seluruh pompa air, baik permanen maupun portabel. Wali Kota Jakut, Hendra Hidayat, menyatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengelola kawasan Ancol untuk mengoperasikan pompa internal serta membuka pintu air Marina agar aliran air sungai dapat segera dibuang ke laut.
“Kami memompa air secara maksimal, seluruh pompa milik SDA dalam kondisi siaga,” kata Hendra.