Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Indonesia Economic Outlook 2026. Foto: dok YouTube Metro TV.
Airlangga: Undangan Indonesia Economic Outlook 2026 Dikirim Kurang dari 15 Jam
Ade Hapsari Lestarini • 13 February 2026 15:11
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan undangan kepada peserta Indonesia Economic Outlook 2026 dikirim kurang dari 15 jam sebelum acara digelar.
Ia mengapresiasi para tamu yang tetap hadir meski undangan disampaikan dalam waktu singkat.
"Kami mengucapkan terima kasih (untuk para undangan) dan mohon maaf Bapak Presiden, permintaan (undangan) ini hanya kurang dari 15 jam," ungkap Airlangga, saat membuka Indonesia Economic Outlook 2026, di Gedung Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Adapun tamu undangan yang tampak datang yakni dari seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Bank Indonesia, para duta besar dari negara sahabat yang mewakili IMF, Bank Dunia, hingga OECD.
"Kemudian ada para pimpinan asosiasi dunia usaha, para ekonom, lembaga riset, akademisi, perwakilan perbankan, lembaga jasa keuangan, lembaga internasional, termasuk rating agency," jelas Airlangga.

Indonesia Economic Outlook 2026
Airlangga sebelumnya menyatakan pemerintah akan memberikan penjelasan lengkap terkait proyeksi ekonomi Indonesia, untuk menanggapi outlook negatif yang diberikan lembaga pemeringkat Moody's.
Dia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah menyiapkan penjelasan yang lebih komprehensif kepada publik dan pelaku ekonomi melalui forum Indonesia Economic Outlook.
Dalam forum tersebut, jelas Airlangga, pemerintah akan memaparkan posisi perekonomian nasional, strategi menjaga stabilitas fiskal, serta berbagai program unggulan yang tengah dijalankan pemerintah.
Airlangga menegaskan bahwa pembahasan mengenai laporan Moody’s telah dilakukan dalam rapat internal pemerintah. Ia memastikan forum Indonesia Economic Outlook akan menjadi sarana untuk memberikan penjelasan detail sekaligus memperkuat kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia
"Di sana akan diberikan penjelasan mengenai posisi pemerintah terkait juga dengan program-program unggulan dari pemerintah," kata dia, dilansir Antara.
Airlangga menegaskan, secara keseluruhan peringkat kredit Indonesia masih berada pada level investment grade dari seluruh lembaga pemeringkat global.
Selain Moody's, lembaga pemeringkat lain, seperti Fitch Ratings dan Standard & Poor's (S&P) masih mempertahankan penilaian Indonesia pada level layak investasi. Meski demikian, pemerintah tetap mencermati outlook negatif yang disampaikan Moody's sebagai bahan evaluasi dan penguatan kebijakan ekonomi.
Menurut Airlangga, pemerintah menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu dijelaskan lebih rinci, khususnya terkait potensi peningkatan penerimaan negara serta arah kebijakan strategis pemerintah, termasuk rencana pengelolaan investasi melalui Danantara Indonesia.