Jumlah Pasien DBD Meninggal Menurun Signifikan

Nyamuk demam berdarah. Foto: Istimewa

Jumlah Pasien DBD Meninggal Menurun Signifikan

Despian Nurhidayat • 14 February 2026 10:23

Jakarta: Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPBK), Kementerian Kesehatan, Asnawi, melaporkan case fatality rate (CFR) karena sakit demam berdarah (DBD). Jumlah korban jiwa akibat DBD menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9 persen, menjadi 0,4 persen pada 2025.

"Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya," jelas Asnawi dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 14 Februari 2026.

Penurunan setelah Indonesia sempat menghadapi lonjakan kasus cukup tajam pada 2024, akibat fenomena El Niño. Indonesia disebutnya berhasil melakukan pemulihan cepat di 2025.
 


"Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya," jelasnya.


Nyamuk demam berdarah. Foto: Istimewa

Capaian rekor terendah ditegaskan Asnawi sudah melampaui target nasional yakni 0,5 persen. Sementara untuk rencana nol kasus kematian DBD diupayakan terjadi 2030 mendatang.

"Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030," pungkas Asnawi Abdullah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)