Trump Ancam Respons Keras Usai Kapal LNG Milik AS Diserang Drone di Mesir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Foto: Anadolu

Trump Ancam Respons Keras Usai Kapal LNG Milik AS Diserang Drone di Mesir

Muhammad Reyhansyah • 30 July 2026 09:13

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berjanji akan memberikan respons yang “sangat keras” setelah sebuah drone menghantam kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Amerika Serikat di Pelabuhan Damietta, pesisir Mediterania, Mesir.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran meluasnya konflik Timur Tengah ke jalur pelayaran strategis.

Saat ditanya wartawan di Gedung Putih mengenai kemungkinan keterlibatan Iran, Trump mengatakan telah menerima laporan terkait insiden tersebut. Ia menegaskan Amerika Serikat siap mengambil tindakan terhadap Teheran.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras karena sekarang giliran kami. Mereka tahu itu akan datang,” kata Trump, dikutip dari Anadolu, Rabu, 29 Juli 2026.

Trump juga menyinggung serangan rudal yang disebut dilancarkan Iran ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania pada Rabu malam. Menurutnya, lima rudal berhasil dicegat, tetapi ia menilai serangan tersebut tetap merupakan tindakan yang harus dibalas.

Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat masih membuka peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran. Namun, Trump menegaskan Washington tetap akan memberikan respons militer yang keras atas serangan yang terjadi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania sebagai balasan atas tindakan militer Washington.

Sementara itu, militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat lima rudal yang ditembakkan dari Iran menuju wilayah kerajaan.

Ketika ditanya apakah Iran berpotensi menyerang instalasi atau personel Amerika Serikat di luar negeri hingga memaksa penarikan pasukan, Trump menjawab tidak melihat kemungkinan tersebut. Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir setelah kedua negara saling melancarkan serangan terhadap target militer di kawasan.

(Keysa Qanita)

(Fajar Nugraha)