Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (kedua dari kiri). MI/Naufal Zuhdi
Purbaya Sebut Ekonomi Indonesia Tumbuh Kuat di Kuartal II-2026
Naufal Zuhdi • 3 August 2026 18:38
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 akan tetap tumbuh kuat di tengah tantangan ekonomi global.
Dengan daya beli masyarakat yang tetap terjaga dalam mendukung konsumsi rumah tangga, didukung oleh peran shock absorber Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendorong efektivitas program perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, serta stimulus pada periode libur sekolah.
“Investasi diperkirakan tumbuh kuat ditopang oleh proyek-proyek hilirisasi bernilai tambah tinggi dan pembangunan infrastruktur pada program prioritas pemerintah,” ucap Purbaya dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Purbaya mengungkapkan konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh positif sejalan dengan percepatan belanja program prioritas, pembayaran gaji ke-13 bagi aparatur negara, dan penyaluran bantuan sosial.
(2).jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)
Koordinasi kebijakan diperkuat
Ia menambahkan, koordinasi kebijakan antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) terus diperkuat dalam menjaga kecukupan likuiditas perekonomian dan perbankan. Hal itu tercermin dari pertumbuhan uang primer yang tinggi sepanjang kuartal II dan berlanjut tumbuh 15,4 persen pada Juli 2026, dengan fungsi intermediasi perbankan yang semakin baik.Meskipun aktivitas manufaktur sempat termoderasi pada akhir kuartal II, Purbayan menambahkan bahwa aktivitas manufaktur kembali melanjutkan ekspansi pada Juli 2026 dengan PMI manufaktur di level 50,2 yang menunjukkan pemulihan optimisme pelaku usaha.
“Ke depan, sinergi kebijakan antara lembaga anggota KSSK akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan. Dengan sinergi kebijakan tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 diperkirakan berada pada kisaran 5,6 sampai 6,0 persen year-on-year, ditopang berbagai sinergi kebijakan pemerintah dan lembaga anggota KSSK untuk menjaga keberlanjutan momentum pertumbuhan,” bebernya.