Ilustrasi pasar bersih. Foto: Medcom.id
Pemerintah Gencarkan Gerakan Pasar Bersih Demi Tarik Minat Belanja Masyarakat
Husen Miftahudin • 11 March 2026 19:15
Jakarta: Pemerintah menggencarkan Gerakan Nasional Bersih Pasar untuk menciptakan pasar rakyat yang bersih dan sehat guna meningkatkan kenyamanan serta menarik minat warga untuk berbelanja di pasar tradisional. Gerakan Nasional Bersih Pasar tersebut melibatkan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Lingkungan Hidup (LH), Polri, dan pemerintah daerah.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kebersihan pasar menjadi faktor penting agar pasar rakyat tetap menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, menurut dia, kondisi pasar yang bersih juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan wisata kuliner di kawasan pasar.
"Gerakan bersih pasar ini sebenarnya salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan, kenyamanan para pedagang dan bapak-ibu yang belanja di pasar. Sehingga pasar rakyat ini tetap menjadi pilihan bagi kita semua untuk berbelanja, juga untuk berwisata kuliner," kata Budi seperti dikutip dari Antara, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut dia, peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar rakyat. "Jadi kalau pasarnya bersih, pasarnya sehat, maka semakin banyak orang yang datang untuk berbelanja,” ujar Budi.
| Baca juga: Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Kementan: Masyarakat Mesti Rasional saat Berbelanja |
Peran penting pasar sebagai ruang sosial dan budaya
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kementeriannya mendukung penuh pelaksanaan Gerakan Nasional Bersih Pasar yang menyasar pasar-pasar rakyat sebagai salah satu titik penting pengelolaan sampah di perkotaan.
Ia menjelaskan, pasar memiliki peran penting sebagai ruang sosial dan budaya masyarakat. Kondisi kebersihan pasar dapat pula mencerminkan budaya dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
"Pasar sebagai simpul budaya tentu dimaknai tempat berbagai macam karakter berkumpul. Jadi bersihnya pasar rakyat seharusnya mencerminkan bersihnya budaya di masing-masing masyarakatnya," terang dia.
Hanif juga mengungkapkan pemerintah terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap pengelolaan sampah di kawasan pasar.

(Ilustrasi pasar bersih. Foto: Tripadvisor.co.id)
Dorong pasar kelola sampah secara mandiri
Hingga saat ini, hampir seluruh pasar di Daerah Khusus Jakarta (DKJ) telah diberikan sanksi administratif berupa paksaan pemerintah agar menyelesaikan pengelolaan sampahnya secara mandiri.
Menurut dia, volume sampah dari kawasan pasar dan aktivitas perkotaan di Jakarta mencapai hampir 1.000 ton per hari, sehingga diperlukan upaya serius dan kolaboratif untuk mengatasinya.
Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal pengelolaan yang efektif. Tanpa pemilahan, biaya penanganan sampah akan jauh lebih besar, termasuk jika mengandalkan teknologi seperti pembangkit listrik tenaga sampah.
"Sehebat apapun teknologi yang digunakan, secanggih apapun metodologi yang didebatkan, maka sejatinya pengelolaan sampah hanya bisa dimulai setelah dilakukan pemilahan," jelas Hanif.