Presiden Tiongkok Xi Jinping. (Anadolu Agency)
Xi Jinping Serukan Pengembangan AI yang Aman dan Terkendali
Muhammad Reyhansyah • 18 July 2026 15:06
Shanghai: Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang "aman dan terkendali" di tengah meningkatnya persaingan teknologi dengan Amerika Serikat (AS).
Dalam pidatonya pada Konferensi AI Dunia di Shanghai, Jumat, 17 Juli 2026, Xi mengatakan dunia tengah memasuki periode inovasi AI yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan dalam tata kelola teknologi.
"Kita harus memperkuat kesadaran terhadap risiko dan memastikan AI aman serta terkendali," kata Xi, dikutip dari Anadolu.
Xi menegaskan AI harus menjadi alat yang dapat dipercaya bagi umat manusia. Menurutnya, pengembangan teknologi tersebut perlu didukung oleh regulasi, sistem peringatan dini, dan mekanisme tanggap darurat.
Pada kesempatan itu, Xi juga mengumumkan pembentukan World Artificial Intelligence Cooperation Organization, yang beranggotakan 29 negara dan akan bermarkas di Shanghai.
Selain itu, Tiongkok akan menyediakan 5.000 kesempatan pelatihan dan seminar AI bagi negara-negara berkembang dalam lima tahun ke depan.
Xi menekankan bahwa AI harus tetap berada di bawah kendali manusia dan mengingatkan agar isu keamanan nasional tidak dijadikan alasan untuk menghambat pengembangan teknologi di negara lain.
"Pengembangan AI tidak boleh menjadi pertunjukan tunggal satu negara, melainkan simfoni kerja sama internasional," ujar Xi.
Ia juga menyerukan penguatan multilateralisme dan menegaskan pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam tata kelola AI global.
Baca juga: Presiden Tiongkok Sambut Teknologi Kecerdasan Buatan Paman Sam