Jamkrindo mendukung program pemberdayaan penyandang disabilitas.Foto: Dok istimewa
Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas
Eko Nordiansyah • 25 August 2026 20:51
Karawang: PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif melalui program pemberdayaan penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan melalui program “Harmoni Karya Inklusif” di Taman Cimanuk Adiarsa, Kabupaten Karawang, pada 21–23 Agustus 2026.
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu mengatakan, pemberdayaan penyandang disabilitas perlu ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas, yaitu memberikan kesempatan untuk berkembang, berkarya, dan memiliki akses terhadap peluang ekonomi.
Mengusung subtema “Inklusif Berkarya Tanpa Batas, Bersama Merajut Masa Depan”, program ini dirancang tidak hanya sebagai ruang peningkatan keterampilan, tetapi juga sebagai upaya mendorong kepercayaan diri, kemandirian, serta terbukanya peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas.
“Kami ingin memastikan setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan nilai. Melalui Harmoni Karya Inklusif, kami ingin mendorong penyandang disabilitas agar semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi, sekaligus membuka peluang agar karya mereka dapat memiliki nilai ekonomi,” ujar Akhmad dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, keberlanjutan program menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan pemberdayaan. Karena itu, rangkaian kegiatan dirancang agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi masuk ke pasar.
Program Harmoni Karya Inklusif mencakup pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas. Pelatihan membatik diikuti oleh 20 peserta penyandang disabilitas dengan materi pengembangan motif khas Karawang.
“Kami ingin membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan berkembang menjadi kegiatan produktif. Karena itu, kami mempertemukan peserta pelatihan membatik dan menjahit melalui business matching agar kain yang dihasilkan dapat dikembangkan menjadi produk siap pakai,” lanjut Akhmad.
.jpg)
(Program Harmoni Karya Inklusif mencakup pelatihan membatik, pelatihan menjahit, serta pameran dan lomba hasil karya penyandang disabilitas. Foto: Dok Jamkrindo)
Membangun rantai nilai usaha
Melalui business matching, peserta pelatihan membatik dan menjahit akan dipertemukan untuk mengolah kain batik menjadi berbagai produk siap pakai, seperti pakaian, tas, aksesori, dan produk kreatif lainnya. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun rantai nilai usaha yang melibatkan penyandang disabilitas secara langsung, mulai dari proses produksi hingga pengembangan produk.“Kami ingin agar program pemberdayaan tidak berhenti ketika pelatihan selesai. Ada proses lanjutan berupa kolaborasi, pengembangan produk, dan pengenalan karya kepada pasar. Dengan begitu, peserta memiliki peluang untuk terus berkarya dan semakin mandiri secara ekonomi,” ungkapnya.
Sebagai puncak kegiatan, akan diselenggarakan pameran dan lomba karya disabilitas yang meliputi fashion show, display hasil karya, penjurian, penampilan seni, serta pemberian penghargaan kepada peserta. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus sarana memperkenalkan karya penyandang disabilitas kepada masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan calon mitra pemasaran.
“Melalui pameran dan apresiasi ini, kami berharap semakin banyak pihak melihat bahwa karya penyandang disabilitas memiliki kualitas dan potensi untuk dikembangkan. Inklusivitas akan menjadi semakin bermakna ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan komunitas dapat bersama-sama membuka akses dan menciptakan kesempatan,” kata Akhmad.