Apa Itu Biaya Peluang? Simak Pengertian dan Cara Menghitungnya

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Apa Itu Biaya Peluang? Simak Pengertian dan Cara Menghitungnya

Eko Nordiansyah • 22 August 2026 16:35

Jakarta: Biaya peluang (Opportunity Cost) adalah biaya yang berkaitan dengan pilihan yang diambil seseorang ketika dihadapkan pada dua atau lebih alternatif.

Melansir Doku, biaya peluang merupakan nilai dari pilihan terbaik dikorbankan ketika seseorang memilih alternatif lainnya. Konsep ini muncul saat sumber daya yang tersedia terbatas, sementara kebutuhan dan keinginan manusia tidak terbatas.

Sederhananya, biaya peluang merupakan manfaat yang hilang karena seseorang memilih satu pilihan dan mengorbankan pilihan lainnya.

Sebagai contoh, seorang pebisnis menggunakan waktu satu hari untuk mengurus administrasi perusahaan. Pada waktu yang sama, ia memiliki kesempatan bertemu calon klien yang berpotensi menghasilkan pendapatan Rp5 juta.

Perbedaan biaya peluang dan biaya sehari-hari 

Biaya peluang berbeda dengan biaya sehari-hari. Biaya sehari-hari merupakan biaya yang dikeluarkan untuk suatu aktivitas tanpa memperhitungkan kerugian yang disebabkan dalam melepaskan pilihan lain. 

Sedangkan biaya peluang adalah nilai yang muncul akibat dari pilihan dikorbankan dan tidak selalu disertakan dalam laporan keuangan. 

(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Sebagai contoh, tagihan listrik, biaya bahan bakar kendaraan, dan biaya operasional merupakan biaya sehari-hari. Sementara itu, ketika seorang pebisnis memilih menyewa sebuah toko, terdapat peluang untuk mendapatkan lokasi lain dengan trafik pelanggan yang lebih tinggi.

Biasanya, biaya peluang tidak akan terlihat secara langsung karena bukan merupakan pengeluaran yang benar-benar dibayarkan. Meski begitu, biaya ini tetap perlu diperhitungkan karena dapat memengaruhi keputusan dan hasil bisnis dalam jangka panjang.

Cara menghitung biaya peluang

Biaya peluang dihitung berdasarkan nilai dari pilihan terbaik yang dikorbankan. Adapun rumus biaya peluang sebagai berikut:
  • Biaya Peluang = Nilai Pilihan Terbaik yang Dikorbankan
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki dua pilihan proyek. Proyek A memiliki margin Rp7 juta, sedangkan proyek B memiliki margin Rp10 juta.

Jika perusahaan memilih proyek A, maka biaya peluang dari keputusan tersebut adalah Rp10 juta.
  • Biaya Peluang = Nilai Pilihan Terbaik yang Dikorbankan = Rp10 juta
Dalam menghitung biaya peluang, pebisnis perlu mempertimbangkan aspek finansial serta waktu. Pasalnya, keputusan yang terlihat menguntungkan dari sisi finansial belum tentu menjadi pilihan terbaik jika membutuhkan waktu lebih lama dan membuat sumber daya tidak dapat digunakan untuk aktivitas lain yang berpotensi memberikan nilai lebih besar. (Selsha Septifanie Gunawan)

(Eko Nordiansyah)