Roger Danuarta dan Cut Meyriska usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus penipuan umrah Hanania Group. Foto: Antara.
Kasus Hanania Travel, Roger Danuarta dan Cut Meyriska Dicecar 30 Pertanyaan
Anggi Tondi Martaon • 12 June 2026 16:26
Jakarta: Roger Danuarta dan Cut Meyriska menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penipuan agen perjalanan (travel) umrah Hanania Group. Pasangan suami istri tersebut dicecar 30 pertanyaan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan Hanania Travel.
"Tadi ada 30 pertanyaan dan semuanya berjalan lancar, tidak ada apa-apa. Kita sudah memberitahukan apa yang kita tahu dan menyerahkan semua persiapan (dokumen), seperti surat-surat kontrak," kata Meyriska dikutip dari Antara, Jumat, 12 Juni 2026.
Cut Meyriska menjelaskan keterikatan mereka dengan Hanania terjadi pada 2024 untuk satu kali perjalanan umrah bersama keluarga. Hubungan kerja tersebut murni berbasis kerja sama promosi (barter konten) dan tidak menerima uang saku tambahan.
Sementara itu, Roger Danuarta mengungkapkan mereka awalnya tidak mengenal langsung pemilik travel tersebut. Lalu, mereka direkomendasikan teman sejawat sebelum akhirnya ditawari (di-approach) oleh pihak travel untuk diberangkatkan.
Roger mengaku terkejut saat mengetahui travel yang pernah mereka gunakan kini tersandung kasus hukum. Padahal, sebelum menerima tawaran, ia telah memastikan bahwa agensi tersebut memiliki rekam jejak yang legal dan terpercaya.
.jpg)
Ilustrasi pemeriksaan. Foto: Medcom.id.
"Kami sudah cek, travel ini sudah akreditasi B dan mendapatkan rekor MURI. Kami juga tanya jamaah yang berangkat sebelumnya, mereka semua senang. Pada akhirnya seperti ini, kami tidak tahu apa-apa. Makanya kami bantu sebisa mungkin memberikan keterangan ke polisi," tutur Roger.
Roger prihatin dan menyampaikan simpati yang mendalam kepada para jemaah yang menjadi korban gagal berangkat. Mereka berharap proses hukum ini dapat segera memberikan titik terang dan keadilan bagi seluruh korban.
"Kami memakai kesempatan ini untuk mengucapkan bahwa kami bersimpati sama yang dialami oleh para jemaah. Kasihan sama jemaah yang belum berangkat. Semoga semuanya bisa mendapatkan keadilan dan jalan yang terbaik," kata Roger.